PANDAAN, Radar Bromo -Poslantas Polsek Pandaan tiba-tiba dilempar dengan molotov, Senin pagi (1/9). Tidak hanya satu. Dua molotov sekaligus dilempar ke kantor yang ada di sebelah timur jalan nasional Malang–Surabaya di Kelurahan/Kecamatan Pandaan itu.
Beruntung tidak ada kerusakan berarti akibat lemparan molotov itu. Molotov yang dilempar hanya membuat tembok kantor hangus akibat terbakar api.
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah menjelaskan, pelemparan molotov itu terekam CCTV di sekitar TKP. Milik kantor Poslantas Padaan.
Menurutnya, dua molotov itu dilempar bergantian oleh orang yang sama. Molotov yang dilempar jatuh ke lantai, tepat di antara ruang Kanit Lantas Polsek Pandaan dan ruang kantor.
Seketika itu, botol kaca molotov pecah dan keluar api. Api pun langsung menyala, membakar dinding Poslantas Pandaan.
Beruntung, kobaran api itu tidak sampai menyala besar. Sesaat kemudian, api berhasil dipadamkan. Sehingga, dinding Poslantas Pandaan tidak sampai rusak. Hanya hagus, bekas terbakar api.
Tidak hanya itu. Dua orang yang sedang tugas di kantor Poslantas Pandaan juga selamat. Satu orang yaitu anggota Lantas yang sedang piket jaga dan seorang lagi yaitu staf sipil di tempat itu atau Banpol.
“Keduanya langsung lari menyelamatkan diri saat molotov dilempar. Mereka kaget, lalu spontas lari,” terangnya.
Pelemparan molotov itu dilakukan seorang lelaki tak dikenal. Dia naik motor matik dari arah utara ke selatan atau dari arah Malang ke Surabaya. Setelah melempar molotov, terduga pelaku langsung kabur.
"Kantor Poslantas dilempar molotov dua kali oleh orang tidak dikenal. Aksi pelemparan molotov itu terekam CCTV di TKP," lanjut AKP Adimas.
Molotov adalah senjata rakitan sederhana yang biasanya terbuat dari botol kaca berisi cairan mudah terbakar.
Misalnya bensin dan menggunakan sumbu di leher botol untuk memantik api. Senjata ini dirancang untuk dilemparkan dan meledak menjadi api saat botol pecah.
Petugas kepolisian pun bergerak cepat menyikapi insiden itu. Sesaat setelah kejadian, tim Buser dari Unit Reskrim Polsek Pandaan dan Satreskrim Polres Pasuruan langsung mengejar terduga pelakunya.
Senin sore di hari yang sama, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku. Dia adalah Jr, 26, warga Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan.
“Kami langsung bawa terduga pelaku ke Mapolsek Pandaan. Senin malam, kami amankan ke Mapolres Pasuruan,” terang Adimas.
"Pelakunya satu orang, statusnya sudah tersangka. Motifnya dia melempar molotov untuk ikut-ikutan saja. Kasusnya proses penyidikan lebih lanjut," tegasnya.
Pada petugas, terduga pelaku mengatakan hanya meniru tindakan perusakan di sejumlah daerah yang terjadi beberapa hari terakhir. Seperti Surabaya dan Malang.
Adimas menjelaskan, pelaku berhasil diamankan setelah melalui proses lidik. Termasuk, melihat rekaman CCTV di TKP. Dari sana, diketahui identitas terduga pelaku. Selanjutnya, petugas langsung mengejar.
Adapun terduga pelaku Jr, selama ini bekerja serabutan sebagai barista dan bartender. Tempatnya berpindah-pindah.
"Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti saat menangkap tersangka. Antara lain, satu unit motor jenis matik, satu buah HP, dan pakaian yang dipakai tersangka. Juga ada pecahan botolnya," kata Adimas.
Pelaku sendiri telah dites urine. Hasilnya, negative narkoba. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi