Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Meski Pasar Pandaan Terbakar, Pedagang Menolak Direlokasi, Begini Alasannya

Rizal Syatori • Minggu, 31 Agustus 2025 | 23:56 WIB
RUSAK PARAH: Seorang warga melintas di depan Pasar Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang dilalap api Kamis (28/8).
RUSAK PARAH: Seorang warga melintas di depan Pasar Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang dilalap api Kamis (28/8).

PANDAAN, Radar Bromo - Tiga hari pascakebakaran Pasar Pandaan, Pemkab Pasuruan berupaya mencari tempat baru bagi para pedagang terdampak. Minggu (31/8), Disperindag Kabupaten Pasuruan bersama Pengelola Pasar Pandaan mengundang para pedagang.

Pertemuan itu digelar di Pendapa Kelurahan/Kecamatan Pandaan. Dalam pertemuan, disampaikan informasi dan perkembangan pasar pascakebakaran.

Salah satunya soal pendataan dan identifikasi pedagang terdampak. Hasilnya ada 91 pedagang. Mereka merupakan pedagang yang menempati kios, lapak, serta pedagang kaki lima (PKL).

Karena kondisi pasar rusak parah dan tak mungkin ditempati untuk berjualan, para pedagang direncananakan untuk direlokasi. Namun, dalam pertemuan ini, para pedagang terdampak mayoritas menolak direlokasi sementara. Mereka mengaku akan memilih tetap berjualan di lokasi yang sama.

“Kalau dipindah ke tempat relokasi, terlalu jauh. Lebih baik tetap berjualan di lokasi yang sama. Usai kebakaran segera dibersihkan dan dibangun kembali,” ujar penjual daging ayam, Bukhori, 52.

Selain berdalih tempat relokasi sementara terlalu jauh, Bukhori khawatir pelanggannya berkurang.

“Mendingan tetap berjualan di lokasi yang sama saja. Kalau harus direlokasi, nanti beda lagi. Bisa tambah sepi, karena pelanggan tahunya ya di situ kami-kami ini berjualan,” katanya.

Plt kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Mita Kristianti membenarkan, dalam pertemuan para pedagang menolak direlokasi. Mereka memilih tetap akan berjualan di lokasi semula.

“Kalau tidak mau direlokasi, sepertinya kami nanti membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh pedagang bahwa tidak mau direlokasi. Alasannya terlalu jauh kalau di depan kantor pasar,” bebernya.

Mita mengaku akan meminta arahan dari kepala daerah. Terkait pembangunan lahan relokasi, katanya, menjadi wilayahnya perangkat daerah lain.

“Mohon waktu, nanti saya informasikan lagi. Mungkin saya koordinasi dengan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait. Ketika mereka tidak mau direlokasi, apa yang harus dilakukan," katanya.

Terkait penggantian kerugian, Mita mengatakan, tidak ada penggantian kerugian terhadap barang-barang yang terbakar.

“Tapi, kami upayakan dana bantuan sosial dari Dinas Sosial. Segera kami koordinasi dengan OPD-nya,” janjinya.

Di sisi lain, kepolisian masih terus mendalami kasus kebakaran yang menimpa pasar daerah ini. termasuk mendapami penyebabnya. “Kasus kebakarannya dalam penyelidikan. Untuk labfor kami masih menunggu,” ujar Kanitreskrim Polsek Pandaan Aiptu Fery Candra.

Diketahui, Kamis (28/9), sekitar pukul 22.12, Pasar Pandaan, Kabupaten Pasuruan, dilalap api. Bangunan kios serta lapak-lapak di sisi barat pasar daerah terbesar di Kabupaten Pasuruan ini ludes. Tercatat, ada 91 pedagang yang terdampak. Namun, ternyata mereka enggan direlokasi. (zal/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kebakaran #relokasi #pasar pandaan