Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rencana Pembangunan Jalan Tembus Sukorejo Pasuruan-Batu Kembali Mencuat, Ini Jalurnya yang Membentang 33,92 Km  

Rizal Syatori • Senin, 25 Agustus 2025 | 01:11 WIB

 

Simpang 3 Sukoreno, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan yang jadi akses masuk ke jalan tembus Sukorejo Pasuruan-Batu.
Simpang 3 Sukoreno, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan yang jadi akses masuk ke jalan tembus Sukorejo Pasuruan-Batu.

SUKOREJO, Radar Bromo-Wacana pembangunan jalan tembus atau bypass Pasuruan–Batu, tepatnya Sukorejo-Batu yang kembali mencuat, sejatinya bukan hal baru. Wacana itu sudah ada sejak tahun 2013.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menegaskan, wajar saja jika saat ini wacana itu muncul lagi.

Namun, belum tentu juga rencana pembangunan itu harus direalisasikan. Bakti menilai, saat ini pembangunan jalan tembus tersebut belum urgen atau belum prioritas.

Terutama karena sudah beroperasinya Jalan Tol Pandaan-Malang yang bisa mengurai sejumlah keruwetan atau masalah.

"Konektivitas jalan apa pun bentuknya masih diperlukan, temasuk antardaerah. Tapi saat ini untuk jalan tembus belum terlalu urgen dibangun," tegasnya. 

Menurut Bakti, wacana jalan tembus itu atas usulan Kota Batu dan Pemprov Jawa Timur.

Bahkan, Pemprov Jawa Timur sempat menyurvei rencana jalur yang akan dilalui bila wacana itu benar-benar direalisasikan.

"Pintu masuknya direncanakan lewat Sukorejo. Waktu itu bahkan sudah survei. Saya kebetulan ikut survei karena saat itu sebagai Camat Purwodadi,” kata pejabat eselon dua ini.

Berdasarkan survei itu, jalan tembus Sukorejo–Batu akan melintasi tiga daerah. Yaitu, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Untuk Kabupaten Pasuruan sendiri, rencananya akan melintasi tiga kecamatan. Masing-masing Sukorejo, Purwosari, dan Purwodadi. Akses masuknya dari pertigaan Sukoreno, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Panjang jalan tembus total 33,92 kilometer. Dari puluhan kilometer itu, Kabupaten Pasuruan dilewati sekitar 10,37 Kilometer. Sisanya yang paling panjang yaitu Kabupaten Malang 21,12 Kilometer. Sementara Kota Batu yang dilewati justru paling sedikit, hanya 2,43 Kilometer.

“Waktu itu trace atau jalurnya sudah ada. Yang paling panjang dilewati Kabupaten Malang. Batu justru paling pendek," tuturnya.

Survei saat itu dilakukan tahun 2015 oleh Bakorwil Malang. Tidak hanya sekali, survei dilakukan beberapa kali. Sasaran survei yaitu sejumlah titik jalan yang nantinya menjadi akses untuk dilalui jalan tembus ini.

Bahkan, pernah dilakukan penandatanganan MoU tiga daerah pada 25 Januari 2016. Yaitu, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kota Batu di gedung Grahadi Surabaya.

"Setelah penandatanganan MoU tersebut, sampai sekarang belum ada kabar dan kelanjutannya. Bersamaan dengan itu, dikebut pembangunan Jalan Tol Pandaan–Malang yang sekarang sudah operasional," katanya.

Menurutnya, usulan rencana jalan tembus itu memang gencar disuarakan Pemprov Jatim dan Kota Batu.

Seiring dengan pembangunan  dan beroperasinya jalan Tol Pandaan–Malang, rencana itu akhirnya jalan di tempat.

"Bahkan saat itu, rencana jalan tembus Sukorejo–Batu ini juga ditentang oleh Pemkab Malang. Karena menguntungkan salah satu daerah saja yakni Kota Batu," cetusnya. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #batu #jalan tembus #survei #wisata #malang #sukoreno #Sukorejo #macet