BANGIL, Radar Bromo–Wacana pembangunan jalan tembus atau bypass Pasuruan–Batu kembali mencuat. Kali ini datang dari Pemkot Batu yang tengah mencari solusi kemacetan akibat tren kunjungan wisata terus meningkat ke kota wisata tersebut.
Namun, Pemkab Pasuruan mengaku belum menerima informasi resmi terkait rencana besar tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menegaskan bahwa pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan apa pun.
“Sementara ini belum ada informasi. Tapi yang jelas kalau memang ada wacana ke arah sana dan melibatkan lintas daerah, nanti komunikasinya antar pimpinan daerah,” ujarnya.
Di sisi lain, DPRD Kabupaten Pasuruan melihat isu ini sebagai peluang. Ketua Komisi III, Yusuf Daniyal, menilai jalur tembus Sukorejo–Batu bukanlah wacana baru, melainkan gagasan lama yang sempat mandek.
Wacana ini sudah berembus sejak sekitar sepuluh tahun lalu sebelum adanya jalan tol Pandaan-Malang.
“Kalau sekarang dihidupkan lagi, memang perlu kajian mendalam. Yang penting, Pasuruan juga harus dapat benefit, harus saling menguntungkan,” tegasnya.
Menurut legislator PKB itu, Kabupaten Pasuruan tidak boleh hanya menjadi lintasan.
Ada potensi wisata yang bisa dikembangkan jika jalur itu benar-benar dibuka. Idealnya, ketika suatu kawasan terbuka jalan baru, peluang ekonomi juga ikut terbuka.
“Nah, ini harus dilirik Pemkab agar bisa dikelola maksimal. Sehingga Pasuruan juga punya benefit,” tambahnya. (tom/one)
Editor : Muhammad Fahmi