GEMPOL, Radar Bromo-Jalur Surabaya-Malang kembali memakan korban jiwa. Ini setelah pemotor mengalami kecelakaan di jalan nasional, tepatnya di Jalan raya Gempol.
Sabtu (16/8) siang dua premotor mengalami kecelakaan tunggal. Motor mereka menabrak median jalan.
Korban adalah Satrio Rahman, 18 Imaduddin dan KZI, 15. Dua warga kecamatan Genteng Kota, kota Surabaya yang masih kakak-adik itu menabrak median di tengah jalan nasional lantaran diduga mengantuk saat berkendara.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30.
Keduanya hendak mudik ke rumah asal orang tua mereka di Kota Malang. Keduanya berjalan beriringan dengan orang tua mereka. Masing masing mengendarai motor.
Satrio membonceng KZI menggunakan motor Honda Mega Pro nopol L 3670 FL. Sementara orang tua mereka juga menggunakan motor jenis yang sama.
Mereka berjalan beriringan dengan orang tua di depan, sementara kakak-adik mengikuti di belakang.
"Setibanya, di jalan Surabaya Malang, tepatnya di Desa Ngerong, kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, keduanya mengalami kecelakaan tunggal. Menabrak median jalan," kata Kanit Lantas Polsek Gempol AKP Johanes Hardiono.
Perwira dengan tiga setrip di pundaknya ini menuturkan, sang kakak yakni Satrio hanya mengalami luka ringan.
Ia mengalami luka pada kepala sebelah kanan lecet, dan pergelangan tangan lecet. Ia dirawat di rumah sakit Bhayangkara Watukosek. Sedangkan adiknya meninggal dunia.
Sementara KZI mengalami luka lebih berat karena terpental dari motor. Ia mengalami luka pada paha kaki kiri patah, tangan kanan lecet, pelipis kanan robek.
Di sempat dirawat di RS Bhayangkara Watukosek. Namun akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 13.30 saat di rumah sakit.
"Keduanya masih pelajar. Diduga karena mengantuk, akhirnya menabrak median jalan yang ada di tengah," jelasnya. (riz/fun)
Editor : Fandi Armanto