Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pembunuhan Bibi oleh Keponakan di Gempol Pasuruan, Pengacara Curiga Ada Pelaku Lain, Kantongi Bukti Konkret

Rizal Syatori • Rabu, 13 Agustus 2025 | 04:30 WIB
REKONSTRUKSI: Tersangka Fawaid (belakang) saat datang ke rumah korban. Inset keluarga korban histeris.
REKONSTRUKSI: Tersangka Fawaid (belakang) saat datang ke rumah korban. Inset keluarga korban histeris.

GEMPOL, Radar Bromo-Muhammad Fawaid, 27, diyakini bukan pelaku tunggal pembunuhan terhadap bibi atau tantenya sendiri Mirza, 62.

Hal ini ditegaskan Wahyu Fajarudin Utama, kuasa hukum keluarga korban saat rekonstruksi digelar di rumah korban, Dusun Tempel, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Usai rekonstruksi Selasa (12/8), Wahyu mengatakan, pihaknya percaya pada rekonstruksi yang berlangsung.

"Rekonstruksi hari ini insyaallah kami pasrahkan kepada penyidik," tutur Wahyu kepada sejumlah awak media.

Namun, Wahyu menegaskan bahwa ada pelaku lain dalam pembunuhan ini. Karena itu, pihaknya akan terus mencari dan mengejar pelaku.

“Tidak mungkin pelaku pembunuhan ini satu orang. Kami percaya ada pelaku lain yang terlibat,” tegasnya.

Dugaan adanya pelaku lain muncul setelah pihaknya melihat tempus. Yaitu, waktu atau saat terjadinya tindak pidana (delik). 

Awalnya, tersangka merencanakan akan membunuh korban pada 7 Juli. Namun, kemudian berubah menjadi tanggal 14 Juli.

“Kami mengasumsikan ini berkaitan dengan kondisi rumah. Artinya, saat tanggal itu rumah kosong. Tahu dari mana dia bahwa rumah korban kosong?” lanjutnya.

Selain itu, motif pembunuhan ini, menurut Wahyu, juga masih rancu.

Penyidik memang menyampaikan, tersangka sakit hati karena dinasihati korban. Sehingga, kemudian merencanakan pembunuhan.

"Saya punya bukti lain, tapi kami belum bisa ngomong ke teman-teman media. Untuk bisa menjerat semuanya, nanti kami ungkap," katanya.

Wahyu bahkan menyebut punya tiga bukti baru. Dia yakin, tiga bukti itu bisa menambah jenis motif pembunuhan itu.

"Saya tidak yakin pelakunya tunggal, saya punya bukti konkret. Ada tiga orang dalam tiga hari ini tidak ditemukan. Orang lain dan bukan saudara. Nanti kami ungkap di penyidikan," ungkapnya.

Seperti diketahui, pembunuhan sadis terjadi di Dusun Tempel, Desa Legok, Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Senin (14/7) pukul 11.00, Mirzah diketahui tewas bersimbah darah di garasi rumahnya. Selain itu, sebuah mobil Honda miliknya ikut hilang.

Tim Jatanras Polda Jatim pun mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya. Dia ternyata Muhammad Fawaid, 27, yang tidak lain keponakan korban.

Lelaki yang sudah jadi tersangka itu mengaku sakit hati karena dinasihati korban. Kemudian melakukan rencana untuk membunuh korban. (zal/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#pembunuhan #pasuruan #keponakan #bukti #tante #gempol #janda #CRV #bibi