PURWODADI, Radar Bromo –Rencana pasangan suami istri (pasutri) ini berbelanja ke Pasar Lawang di Kabupaten Malang, berujung tragedi. Motor yang dikendarai pasutri ini menabrak sebuah truk tronton di jalan nasional jurusan Surabaya-Malang, Desa/ Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Sang suami meninggal di lokasi kejadian. Sementara sang istri alami luka-luka. Kecelakaan maut itu terjadi Jumat (30/5) dinihari sekitar pukul 01.30.
Korban adalah melijo keliling asal Dusun Sembung, Desa Parerejo, Purwodadi. Mereka yaitu Supriadi, 25 dan Dianencia Sovitalia, 24.
Keduanya berboncengan naik motor Honda Astrea L 2579 WQ dari rumahnya. Supriadi menyetir dan Dianencia dibonceng.
Sesampai di lokasi kejadian, motor tiba-tiba menabrak sebuah truk tronton muatan keramik nopol P 9447 UV yang disopiri Sudirman, 62, asal Dampit, Kabupaten Malang.
Tronton ini sedang mogok, posisinya berada jalur kiri atau searah dengan motor korban.
Akibatnya fatal. Supriadi meninggal di lokasi kejadian. Sementara Dianencia luka-luka.
“Pengendara motor atau suami tewas di lokasi kejadian dan istrinya luka-luka,” beber anggota Poslantas Purwosari Aiptu Sunaryo.
Jasad korban meninggal dievakuasi ke RSUD Bangil. Dia mengalami robek di dagu, telinga kanan dan kiri keluar darah, tangan kanan memar, dan dadanya lecet.
Sementara korban luka dievakuasi ke Puskesmas Purwodadi. Dia mengalami luka robek dan memar di dahi, mata kanan robek dan memar, juga mata kiri lebam.
“Posisi tronton saat mogok ini tidak memasang rambu-rambu sebagai penanda,” bebernya.
Setelah dua korban dievakuasi, petugas mengamankan kendaraan yang terlibat laka ke Pos Lantas Purwosari. Pagi harinya dilakukan olah TKP oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan, didampingi anggota Poslantas Purwosari yang piket.
“Kasus lakanya ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan, kini dalam lidik,” tuturnya.
Kades Parerejo Masykur membenarkan pasutri korban laka tersebut adalah warganya. Bahkan tinggal satu dusun dengan dirinya.
“Keduanya sudah berumah tangga, selama ini kerja melijo keliling. Pas kejadian itu, mereka mau belanja ke Pasar Lawang. Tiap harinya memang seperti itu,” jelasnya. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi