GEMPOL, Radar Bromo–Nahas dialami Karmanu, 57. Pejuang cuan asal Dusun/ Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan itu meninggal saat sedang mengisi air radiator truk yang disopirinya.
Insiden memilukan itu terjadi Jumat (2/5) di pinggir jalan raya Banyuwangi-Surabaya, masuk Dusun Patuk, Desa/ Kecamatan Gempol, persisnya di bawah jalan tol.
Informasi dihimpun dari Unit Reskrim Polsek Gempol, pagi jelang siang tersebut korban mengemudikan truk bermuatan pasir atau tanah uruk bernopol W 9976 UP.
Truk awalnya melaju dari arah timur ke barat. Sesampainya di bawah jalan tol Kejapanan – Gempol, ia menepikan truknya ke pinggir jalan sekaligus mematikan mesinnya.
Selanjutnya ia turun dari ruang kemudi, membuka atau mengjungkitna kabin atau kepala truk. Karena, truk diduga overheating mesin.
Setelah itu, korban menuju ke warung di sekitarnya sekaligus meminjam timba untuk digunakan mengambil air di sungai.
“Kemudian korban menuju kabin truk kembali, sekaligus mengisi air radiator untuk truk yang dikemudikannya. Warga di sekitar merasa curiga melihat korban berdiri tidak bergerak, ternyata sudah meninggal dunia,” terang Kanitreskrim Polsek Gempol Ipda Purwo Laksono.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gempol. Tak berlangsung lama, petugas kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
Setelah selesai olah TKP, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol.
“Saat kami datangi ke-TKP, korban sudah meninggal dunia dan jenazahnya sudah lemas. Tidak memakai kaus, hanya celana jians saja. Posisi berdiri tertelungkup di mesin truk, dalam posisi kepala menempel di silinder kop mesin bagian atas,” jelasnya.
Pihak keluarga korban dalam kejadian ini tidak menghendaki dilakukan otopsi, hanya visum luar saja.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Keterangan dari anak kandungnya, korban dalam kondisi tidak enak badan. Juga sering mengeluh dadanya sakit, serta napasnya sering tersengal-sengal,” ungkapnya. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi