PANDAAN, Radar Bromo - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menghantui peternak di Kabupaten Pasuruan.
Terbukti dengan deretan kasus yang bermunculan. Namun, tren kasus yang terjadi, cenderung mengalami penurunan tajam.
Kondisi ini pun, berimbas pada aktivitas pasar hewan yang kian menggeliat. Seperti yang tampak di Pasar Pandaan, Senin (21/4).
Pasar hewan setempat, tampak ramai. Puluhan hewan ternak sapi berdatangan ke pasar hewan, dengan diangkut menggunakan pikap. Pengunjung pasar pun membludak.
“Aktivitas pasar hewan, kini sudah normal. Sudah kembali menggeliat. Hal ini seiring dengan kasus PMK yang semkin menurun drastis,” kata Kepala Pasar Pandaan, Sugiman Budi Santoso.
Meskipun sudah normal, Budi-sapaan akrabnya mengatakan, pemantauan tetap dilakukan di pasar setempat.
Hal ini untuk memastikan, tidak ada sapi yang bermasalah saat diperjual belikan.
Pengawasan tidak hanyan dilakukan petugas pasar. Tetapi juga, dokter hewan dari Puskeswan Pandaan.
“Sapi-sapi yang masuk ke pasar hewan ini, kondisinya sehat dan aman. Bilamana ada sapi dengan gejala PMK, dilarang masuk,” ucap Anwar, salah seorang koordinator blantik Pasar Hewan Pandaan.
Puluhan sapi yang datang di pasar hewan ini, datang dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
Seperti Pandaan, Gempol, Prigen, Sukorejo dan Wonorejo. Bahkan ada juga dari Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Ainur Alfiyah mengatakan, kasus PMK per tanggal 19 April 2025, mencapai 234 ekor.
“Dalam kondisi sakit 120 ekor, sembuh 95 ekor, mati 17 ekor, potong paksa 1 ekor dan jual 1 ekor. Saat ini, trendnya terus turun drastis untuk kasus PMK di Kabupaten Pasuruan. Untuk aktifitas pasar hewan tetap terus kami pantau dan monitoring,” terangnya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin