Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gadis 13 Tahun Tenggelam di Kolam Renang Sebani Pandaan Pasuruan

Rizal Syatori • Rabu, 9 April 2025 | 02:12 WIB

 

CEK LOKASI: Petugas menunjukkan lokasi  AAZ ditemukan tenggelam di kolam renang Sebani, Pandaan. (Polsek Pandaan for Radar Bromo)
CEK LOKASI: Petugas menunjukkan lokasi AAZ ditemukan tenggelam di kolam renang Sebani, Pandaan. (Polsek Pandaan for Radar Bromo)

PANDAAN, Radar BromoInsiden pengunjung kolam renang tenggelam hingga meninggal kembali terjadi di Pasuruan. Bila sebelumnya terjadi di kolam renang Tirto Kencono, Kota Pasuruan, kali ini insiden serupa terjadi di kolam renang Sebani, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Korban meninggal adalah gadis berusia 13 tahun berinisial AAZ, asal Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan.

Insiden memilukan itu terjadi Senin siang (7/4), sekitar pukul 14.15. Kolam renang Sebani sendiri berada di Dusun/ Desa Sebani, Kecamatan Pandaan.

 “Korban meninggal dunia di perjalanan dari TKP menuju ke klinik, karena tenggelam di kolam renang dan tidak bisa berenang,” ujar Kapolsek Pandaan Kompol Bambang Sucahyono.

Saat sampai di klinik, korban didapati sudah tidak bernyawa. Korban pun lantas dibawa ke RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol.

Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan keluar busa pada mulutnya.

Korban AAZ ditemukan di tepi salah satu kolam renang dengan kedalaman sekitar satu meter.

Mendapati korban sudah lemas, petugas kolam renang langsung membopong, kemudian diberikan pertolongan pertama dengan oksigen.

 “Sempat dibawah ke klinik terdekat, namun nyawanya sudah tidak tertolong dan diperiksa petugas medis sudah meninggal,” beber Bambang.

Dijelaskan kapolsek, Senin itu, korban datang berwisata ke kolam renang Sebani bersama keluarganya.

Sebelum kejadian nahas itu terjadi, korban beserta keluarganya makan mi instan dalam kemasan dan berkuah.

Saat korban makan mi tersebut, mata korban terkena cipratan kuah. Selanjutnya, korban izin ke orang tuanya untuk membilas matanya ke kamar bilas.

Setelah itu, korban tak terlihat lagi. “Setelah lama tidak kembali, orang tuanya mencari korban di area kolam renang. Kemudian sudah mengetahui korban sudah dibopong oleh petugas kolam renang, menuju area yang ada oksigennya sebagai pertolongan pertama,” jelas perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu.

Setibanya di RS. Bhayangkara, Watukosek, Gempol, pihak keluarga tidak menghendaki korban diotopsi.

Pihak keluarga pun lantas membuat surat pernyataan. Akhirnya korban hanya dilakukan visum luar saja.

Dari rumah sakit, jenazah korban kemudian dibawa pulang kerumah duka. Korban dimakamkan malam itu juga dihari yang sama.

“Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah. Untuk kasusnya, masih dalam proses penyelidikan dan ditangani Satreskrim Polres Pasuruan,” tuturnya.

Terpisah, Kades Sebani Saiful Bahri menjelaskan, saat insiden memilukan itu, kolam renang tengah ramai pengunjung bersamaan libur lebaran.

Saiful mengatakan, di area kolam renang tersebut, total terdapat lima kolam renang dengan kedalaman berbeda-beda. Mulai 40 sentimeter, 60 sentimeter, 1 meter dan 1,8 meter.

“Masing-masing kolam ada penjaganya sebanyak lima orang, bertugas mengawasi kolam,” terangnya.

Pasca kejadian tersebut, ia mengatakan, penjaga kolam dan pengelolanya langsung bergerak cepat berupaya melakukan pertolongan terhadap korban. Namun takdir berkata lain.

 “Saya bersama pemilik kolam juga ikut mendampingi korban dan keluarganya ke klinik, termasuk ke rumah sakit. Serta ikut pemakamannya pula. Keesokan harinya juga datang ke kerumah duka, untuk memberikan santunan,” ungkap kades. (zal/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#gadis #tenggelam #Sebani #pasuruan #Pandaan #Tirto Kencono #watukosek #kolam renang #rs bhayangkara #klinik