PANDAAN, Radar Bromo - Momen Ramadan berdampak terhadap kondisi Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan.
Pasar yang menjadi ikon Kabupaten Pasuruan tersebut, mendadak sepi belakangan ini.
Hal itu berbeda dengan sebelumnya, yang relatif ramai. Beberapa pedagang, memilih untuk tak beroperasi.
Hanya sebagian yang masih berjualan. Khususnya, untuk kios buah-buahan.
“Pedagang yang memilih berjualan, hanya sebagian saja. Sejak awal Ramadan kemarin, kondisi sepi ini terjadi,” kata Teguh, salah seorang penjual di kios oleh-oleh.
Menurut Teguh, suasana tersebut berlangsung setiap tahunnya. Banyak pedagang yang memilih menutup usahanya saat siang.
Terutama kios pedagang makanan dan minuman. Kalau pun ada, hanya sedikit.
“Kios makanan dan minuman, masih ada yang buka. Tapi sedikit. Mereka baru sore hari beroperasi. Dan ini sudah berlangsung sekian lama,” sambung dia.
Kondisi inilah, yang membuat pendapatan mereka menurun tajam. Ketua Paguyuban PKL Pasar Wisata Cheng Hoo Guntur Wijoyo menguraikan, khusus untuk PKL di area pasar wisata, libur total. Karena memang, suasananya sepi.
Wisatawan masih minim berkunjung saat Ramadan. “Karena sepi, maka pedagang memilih libur sementara di bulan Ramadan,” ujar dia.
Dampak sepinya pasar wisata, juga berpengaruh terhadap layanan parkir di wilayah setempat.
Biasanya, ada ratusan motor yang parkir di kawasan setempat. Namun saat ini, hanya belasan. Bahkan, untuk bus wisata ataupun kendaraan pribadi, nyaris tidak ada.
“Kalau Ramadan memang sepi. PAD dari parkir di kawasan ini, menurun hingga 60 persen saat Ramadan,” sampai Kasi Perparkiran dan Terminal Dishub Kabupaten Pasuruan Fatkhur Rohman. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin