SUKOREJO, Radar Bromo –Sudah dua pekan terakhir, jalan nasional di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan yang masuk jalur Surabaya-Malang, dikeluhkan sejumlah pengendara.
Sebabnya, aspal jalan dipenuhi material tanah. Jalan pun menjadi kotor dan licin, terutama saat hujan turun.
Keluhan ini disampaikan sejumlah pengendara, mulai kendaraan roda dua, juga roda empat.
Jalan kotor dan licin terutama dikeluhkan oleh mereka yang berkendara di jalan nasional Surabaya-Malang.
“Aspal jalan kotor dan berdebu saat tidak hujan. Pas hujan turun, jalan jadi licin. Ini seringkali kami jumpai saat melintas di jalan nasional Desa Ngadimulyo,” terang Akhmad, seorang pengendara motor asal Kecamatan Sukorejo yang tiap hari melintas di jalan itu.
Material tanah yang mengotori jalan nasional ini berasal dari sejumlah dump truck pengangkut tanah uruk.
Truk-truk itu mengangkut tanah untuk pekerjaan pengurukan dan pemadatan lahan. Lokasinya tepat di timur jalan nasional jurusan Surabaya–Malang yaitu di Dusun Ngulaan, Desa Ngadimulyo, Sukorejo.
Biasanya, aktivitas pengurukan dan pemadatan dilakukan pagi sampai sore. Sejumlah truk pengangkut material tanah urukan pun keluar-masuk setiap hari ke lokasi proyek.
Material tanah urukan ini kemudian berjatuhan di jalan nasional sekitar lokasi proyek. Sehingga, membuat jalan nasional kotor.
Sochib, penanggung jawab kebersihan proyek pengurukan dan pemadatan lahan tersebut mengatakan, material tanah dari lokasi proyek menempel di ban truk.
Kemudian, mengotori jalan yang dilalui. Ada juga material yang berjatuhan dari bak truk.
Namun, pihaknya sudah membersihkan material tanah yang jatuh ke jalan secara rutin.
Pembersihkan dilakukan sehari tiga kali dengan cara menyemprot tanah di jalan dengan air. Masing-masing pagi jelang siang, siang jelang sore, dan sore hingga malam.
“Ban dump truck yang keluar dari proyek, juga kami semprot. Selain itu, ada pekerja yang standby mengcangkul dan menyekrop material tanah yang tumpah ke aspal,” ujarnya.
Menurutnya, di lahan tersebut rencananya akan dibangun pabrik. Namun, kapan pembangunannya, ia tidak tahu pasti.
“Untuk pengurukan dan pemadatan lahan ini, targetnya selesai dalam dua bulan. Itu saja yang bisa saya sampaikan,” bebernya. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi