Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pendapat Pakar Geo Teknik ITS soal Bencana Tanah Bergerak di Cowek Purwodadi Pasuruan

Rizal Syatori • Senin, 3 Februari 2025 | 17:26 WIB

 

 

Pj Bupati Pasuruan Nurkholis saat mengecek salah satu rumah warga yang alami retak imbas bencana tanah bergerak. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)
Pj Bupati Pasuruan Nurkholis saat mengecek salah satu rumah warga yang alami retak imbas bencana tanah bergerak. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

PURWODADI, Radar BromoBencana alam tanah bergerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Purwodadi, mendapat atensi dari sejumlah pihak.

Pakar Geo Teknik ITS Surabaya, Prof. Indra Surya datang dan melihat lokasi bencana, Sabtu (1/2). Selama hampir satu jam, Indra melihat sejumlah rumah warga yang terdampak tanah bergerak.

Dia didampingi Polsek dan Koramil Purwodadi. Termasuk tim dari BPBD Provinsi Jatim dan BPBD Kabupaten Pasuruan.

“Sabtu (1/2), pakar Geo Teknik ITS melihat langsung lokasi tanah bergerak di Dusun Sempu. Dua hari sebelumnya, lebih dulu dilakukan kajian dan pengamatan oleh tim dari BPBD Provinsi Jatim,” terang Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.

Dalam kunjungan itu dijelaskan, lokasi Dusun Sempu berada di lerengan atau perengan bukit yang curam.

Di sisi lain, terjadi hujan lebat beberapa hari terakhir di lokasi kejadian. Hal ini menjadi faktor penyebab terjadinya tanah bergerak.

“Untuk mengurangi potensi tanah bergerak, maka air hujan tersebut harus mengalir lancar dan cepat. Itu yang disampaikan pakar ke kami,” tuturnya.

Selain itu, air permukaan drainase kurang maksimal. Kemudian, tanaman penegak jarang ada di lokasi. Bahkan, hampir tidak ada.

 “Warga disarankan agar pindah dan menghindar saja daripada melawan alam,” lanjut Sugeng.

Selanjutnya, pihaknya menunggu rekomendasi tertulis dari Indra. Termasuk menunggu hasil pengkajian dari BPBD Provinsi Jatim.

Di sisi lain, BPBD Kabupaten Pasuruan saat ini fokus pada penanganan warga yang terdampak. Sudah empat hari, mereka mengungsi ke SDN Cowek II dan menempati tiga ruang kelas di sana.

Jumlah warga yang mengungsi ada 176 orang. Termasuk 32 anak-anak dan balita, 12 lansia 12 dan satu ibu hamil.

Lalu, bangunan yang mengalami kerusakan akibat bencana tanah bergerak ada 53 buah. Terdiri dari 52 rumah dan satu musala. Semuanya ada di Dusun Sempu RT 01/RW 08.

“Fokus dan konsentrasi kami di lapangan saat ini masih pada penanganan warga yang mengungsi. Kami memenuhi kebutuhan dasar, logistik dan lainnya. Alhamdulillah lancar,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga membangun empat tenda di halaman SDN Cowek II. Tenda-tenda tersebut sekaligus bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pengungsian. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #Purwodadi #tanah bergerak #its