Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polres Pasuruan Libatkan Tim Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Bus Brimob Muat Rombongan SMAN 1 Porong di Tol Pandaan-Malang

Rizal Syatori • Minggu, 2 Februari 2025 | 04:07 WIB

 

TINJAU: Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan (kiri) saat meninjau salah satu korban kecelakaan maut Bus Brimob di RS Malang. (Polres Pasuruan for Radar Bromo)
TINJAU: Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan (kiri) saat meninjau salah satu korban kecelakaan maut Bus Brimob di RS Malang. (Polres Pasuruan for Radar Bromo)

PURWODADI, Radar Bromo–Kecelakaan maut Bus Brimob di Tol Pandaan Malang, KM 72.200, Sabtu siang (1/2) jadi atensi Polres Pasuruan.

Kecelakaan tunggal tersebut melibatkan bus dinas Polri RSB Pusdik Brimob Watukosek, yang membawa 30 pelajar dari SMA 1 Porong Sidoarjo.

Bus yang dikemudikan oleh Moh. Khoirul Arufi, 60, seorang pensiunan PNS, menabrak rambu penunjuk arah di jalur tol wilayah Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Setelah menabrak rambu lalu lintas jenis kupu-kupu di median jalan, bus mengalami kerusakan parah pada bagian depan.

Akibat kecelakaan ini, pengemudi dan satu orang penumpangnya meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang mengalami luka-luka.

"Kami turut prihatin dan berbelasungkawa terkait peristiwa ini," ungkap Kapolres Pasuruan  AKBP Jazuli Dani Iriawan, saat menjenguk korban di RSUD Lawang pasca kejadian.

Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya ini memastikan, para korban mendapatkan penanganan medis terbaik.

Jazuli juga memastikan, pihak kepolisian bakal memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.

“Kami memastikan para korban luka ini mendapat penanganan medis yang terbaik," terang Jazuli.

Selain di RSUD Lawang, Kapolres Pasuruan  juga menjenguk para korban di RSSA Malang, RS Lawang Medika, dan RS Prima Husada Singosari.

Kapolres mengatakan, dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang konsentrasi saat melintas di lokasi kejadian.

"Saat ini, kami fokus pada penanganan korban dulu dan terkait penyebabnya akan segera kita lakukan penyelidikan dengan pihak terkait," bebernya.

Mantan Kapolres Pamekasan ini juga akan melibatkan tim trauma healing untuk memulihkan kondisi psikis para korban.

"Kami juga akan siapkan tim trauma healing untuk memulihkan kondisi psikis para korban," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumya, akibat kecelakaan tunggal tersebut ada dua korban meninggal dunia.

Mereka adalah MKA (60) sopir daro bus tersebut dan NR (18) salah satu Siswi dari SMA 1 Porong yang ikut rombongan dalam bus tersebut.

Saat proses evakuasi, pengemudi sempat terjepit di dalam kendaraan dan akhirnya meninggal dunia setelah berhasil dikeluarkan.

Sejumlah penumpang yang mayoritas masih berusia muda mengalami luka ringan hingga berat.

Mereka segera dilarikan ke beberapa rumah sakit, termasuk ke RSSA Malang, RS Lawang Medika, RS Prima Husada Singosari, dan RSUD Lawang untuk mendapatkan perawatan medis.

Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam berkendara, terutama di jalur tol yang memiliki batas kecepatan tinggi.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk selalu berkonsentrasi penuh dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama. (zal/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#sidoarjo #tol pandaan malang #pasuruan #Bus Brimob #Purwodadi #polres pasuruan #sman 1 porong #trauma healing #kecelakaan maut #tol purwodadi