PANDAAN, Radar Bromo - Pasar Wisata Masjid Cheng Hoo, yang selama ini dikenal sebagai surga durian di Jawa Timur, mendadak menjadi sorotan.
Keluhan sejumlah pembeli terkait kualitas durian yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh pedagang, memicu perhatian Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan. Mereka pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (30/1) sore.
Sidak ini dilakukan menyusul viralnya video di media sosial yang memperlihatkan durian yang dibeli di Pasar Cheng Hoo ternyata masih mentah saat dibuka di rumah.
Padahal, pedagang meyakinkan bahwa durian yang dijual sudah matang dan manis.
Dalam sidak tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setiya Wardhana, bertemu dengan para pedagang durian.
Para pedagang mengaku telah membentuk paguyuban dan berkomitmen menjual durian berkualitas.
Mereka bahkan memiliki aturan internal, di mana pedagang yang menjual durian mentah akan dikenakan sanksi.
“Mereka bersepakat untuk menjual durian, dengan kualitas bagus dan matang. Bahkan ada aturan-aturan yang mengikat antara pedagang. Siapa yang menjual durian mentah akan diminta mengganti durian itu lebih banyak dan lainnya,” jelas Wardhana-sapaannya.
Meski demikian, Wardhana tetap mengingatkan agar para pedagang lebih jujur dalam berjualan.
Meski tak tidak menutup kemungkinan, adanya durian yang dijual di pasar tersebut, berasal dari luar dan bukan merupakan anggota paguyuban.
“Saya cuma pesan, pedagang harus lebih sportif dalam berjualan. Jangan karena kepentingan sesaat, merusak citra pedagang durian disini,” tegasnya.
Untuk menghindari kejadian serupa, Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu menyarankan pembeli.
Agar membeli durian dari pedagang yang tergabung dalam paguyuban. Bahkan, ia sudah berulangkali melakukan sosialisasi dan edukasi ke para pedagang.
“Ini kan juga untuk kebaikan bersama. Mengangkat perekonomian pedagang agar pasarnya terus laris dan jadi langganan pembeli,” ungkapnya.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wisata Masjid Cheng Hoo Pandaan Guntur mengatakan, durian yang diklaim warganet tidak enak itu bukan dibeli di Cheng Hoo.
“Kami di sini punya inovasi. Beli durian satu buah, tapi tidak matang, maka pembeli bisa mengembalikan dan akan diganti dengan dua sampai tiga buah durian,” paparnya.
Aturan itu, kata Guntur, sudah disepakati oleh para pedagang durian. Ini sebuah komitmen dan perjanjian bersama agar pedagang tidak sembarangan menjual dagangannya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin