PURWOSARI, Radar Bromo-Meninggalnya Supriadi, 52 tukang las dan resparasi aki di Purwosari, Kabupaten Pasuruan mengejutkan warga sekitar. Sebab, semasa hidup korban dikenal sosok yang pendiam.
Sementara meninggalnya korban tak wajar. Dugaan awal, korban tewas dibunuh.
Ketua RT 3/ RW VII, kelurahan/ Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Moh Samsul Arifin menerangkan, ia sama sekali tak menduga bila Supriadi tewas dibunuh.
Sebab, semasa hidup, korban dikenal jarang berinteraksi dengan orang banyak.
Korban Supriadi disebutkan jarang keluar rumah. Korban juga disebutkan sebagai sosok pendiam.
"Tiap harinya korban ini sibuk dengan aktifitas sebagai tukang bengkel las, reparasi aki dan tambal ban. Ia jarang keluar rumah jarang,” terang Samsul.
Selain itu, korban juga jarang interaksi dengan orang lain. “(Korban) Berbicara dan ngobrol dengan warga lainnya, juga jarang," imbuhnya.
Korban sendiri selama ini tinggal seorang diri dirumah sekaligus menjadi satu dengan bengkel tersebut. Korban belum menikah.
"Dulu tinggal sama ibunya. Kemudian, ibunya sakit dan meninggal. Sekarang, tinggal sendirian," ujarnya.
Arifin sendiri mengaku, terakhir bertemu dengan korban pada Sabtu lalu (18/1). Saat itu, korban datang kerumahnya untuk bayar air.
"Setelah itu, tidak ketemu lagi. Saya pun kaget, saat mendapat info (korban) tidur telungkup di kamar dalam rumahnya, ternyata sudah meninggal," bebernya.
Ditanya apakah korban punya musuh ataukah tidak, ia mengatakan tidak mengetahui berkaitan.
Diketahui, warga Purwosari, Kabupaten Pasuruan Senin siang (20/1) geger. Itu setelah warga setempat ditemukan tewas bersimbah darah di ranjang rumahnya.
Korban nahas itu diketahui bernama Supriadi, 52. Tiap harinya, warga jalan Brojo nomer 109 RT 03 RW 07, Kelurahan/ Kecamatan Purwosari itu membuka usaha sebagai tukang bengkel las dan sterek accu atau resparasi aki.
Dugaan, awal korban meninggal karena dibunuh. “Tewasnya korban dugaan sementara korban pembunuhan. Karena di TKP, HP dan uang milik korban hilang. Pihak keluarganya juga menghendaki dilakukan otopsi,” ujar Kanitreskrim Polsek Purwosari Aiptu Dodik Waluyo. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi