PURWOSARI, Radar Bromo– Meninggalnya Supriadi, 52, tukang las dan resparasi aki asal Purwosari, Kabupaten Pasuruan bikin geger warga sekitar.
Sebab, Supriadi meninggal tak wajar. Dugaan kuat ia jadi korban pembunuhan pun menyeruak.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, ada beberapa hal yang menguatkan bahwa Supriadi jadi korban pembunuhan.
Pintu Digembok dari Luar
Jenazah Supriadi kali pertama ditemukan oleh pelanggannya yang mau mengambil aki yang tengah diperbaiki, Senin siang (20/1).
Saat hendak ke bengkel yang juga jadi tempat tinggal korban itu, pelanggan itu dibuat kaget. Sebab, kondisi pintu digembok dari luar.
Sementara saat dilihat dari jendela, didapati korban tertelungkup di atas ranjangnya.
Warga yang curiga itu lantas menghubungi warga lain. Info itu lantas disampaikan ke ketua RT. Selanjutnya diteruskan ke Polsek Purwosari.
Tak berselang lama, petugas kepolisian pun mendatangi lokasi kejadian dan melakukan evakuasi.
Darah di Jenazah Korban
Indikasi lain yang mengarah bawah Supriadi jadi korban pembunuhan adalah didapati darah di jenazah korban.
Usai warga mendobrak pintu rumah korban, warga lantas mendapati jenazah korban tertelungkup di atas ranjangnya.
Di jenazah korban itu didapati darah. Selain itu bercak darah juga terdapat di baju dan bantal korban.
“Pada bagian mulut dan hidung korban menggeluarkan darah. Baju dan bantal dipakai korban, kami amankan sebagai barang bukti,” tutur Kanitreskrim Polsek Purwosari Aiptu Dodik Waluyo.
Barang Korban Hilang
Usai mengevakuasi korban, polisi juga memeriksa lokasi sekitar tempat korban.
Saat itulah, didapati sejumlah barang berharga milik korban juga hilang.
“Tewasnya korban dugaan sementara jadi korban pembunuhan. Karena di TKP, HP dan uang milik korban hilang. Pihak keluarganya juga menghendaki dilakukan otopsi,” terang Aiptu Dodik.
Tunggu Otopsi
Polisi saat ini masih menyelidiki kematian Supriadi. Agar mengetahui lebih jelas penyebab kematian korban, polisi pun melakukan otopsi.
“Untuk mengetahui penyebab kematian korban, kami lakukan otopsi. Pihak keluarga korban juga menghendaki dilakukan otopsi,” terang Dodik. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi