PURWODADI, Radar Bromo–Aksi penyerangan oleh gerombolan pemuda tak dikenal kembali terjadi di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Penyerangan pertama yang terjadi Rabu (4/12) di sebuah angkringan, nampaknya bukan yang terakhir.
Sebab Kamis (5/12), gerombolan pemuda tak dikenal itu kembali melakukan penyerangan.
Saat itu sekitar pukul 01.20, germbolan pemuda tak dikenal itu melintasi jalan jurusan Purwodadi-Tutur di Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Purwodadi dari barat ke timur. Mereka berboncengan naik motor.
Gerombolan pemuda yang diduga geng motor ini lantas berhenti di pinggir jalan di Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Purwodadi. Entah mengapa, mereka lantas putar balik.
Kemudian, mendekati dua pemuda yang sedang berhenti di depan sebuah warung yang sudah tutup di pinggir jalan.
Seketika, dua pemuda yang berboncengan naik motor Honda CBR itu diserang. Mereka dikeroyok.
“Ada puluhan orang naik motor berboncengan dari barat ke timur. Sesampainya di jalan putar balik, lalu mendatangi dua orang yang sedang berhenti di tepi jalan. Keduanya langsung dikeroyok,” ucap Misdi, 52, Kasatgas Linmas Desa Purwodadi yang juga warga Dusun Krajan.
Begitu dikeroyok, dua pemuda itu langsung lari menyelamatkan diri. Satu orang lari ke kampung mencari perlindungan.
Satu lagi lari dan masuk ke Pos Linmas yang ada di tepi jalan dekat TKP.
Korban yang lari ke kampung ini langsung dikejar oleh gerombolan yang diduga geng motor itu. Namun, korban selamat. Tidak berhasil ditemukan.
Demikian juga korban yang berlindung di Pos Linmas, berhasil selamat. Saat itu, ada tiga orang di Pos Linmas itu. Dua anggota Linmas yang sedang piket jaga dan satu lagi warga setempat.
“Setelah masuk kampung, korban yang diserang aman. Korban yang masuk ke Pos Linmas juga aman,” beber Misdi.
Karena tidak berhasil mengejar dua korban, diduga kelompok geng motor itu marah. Mereka lantas merusak Pos Linmas dengan cara melempari pos itu dengan batu.
Ada juga yang memukuli pos itu dengan pentungan. Alhasil, dua dua kaca jendela Pos Linmas pecah.
Setelah itu, gerombolan orang ini kabur menuju jalan raya Surabaya – Malang. Mereka juga membawa kabur motor Honda CBR milik korban.
Namun sesampainya di simpang tiga Purwodadi, motor itu ditinggal di tepi jalan, karena kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
“Motor Honda CBR itu akhirnya diambil lagi oleh kedua korban, dinihari itu juga. Mereka lantas pulang. Informasinya mereka dari Nongkojajar. Namun, kami tidak tahu identitasnya,” ucapnya.
Misdi mengatakan, gerombolan penyerang itu datang dengan membawa beragam senjata tajam. Mulai parang, pedang, celurit dan pentungan.
“Aksi penyerangan ini berlangsung sekitar 2 sampai 3 menit. Saat korban lari ke kampung dan dikejar gerombolan itu, peristiwa itu terekam CCTV yang terpasang di sekitar lokasi,” ungkapnya.
Kades Purwodadi Mulyono menambahkan, gerombolan pemuda tak dikenal itu melanjutkan perjalanan menuju arah Malang setelah menyerang dua korban di Purwodadi.
Mereka sempat berhenti di tepi jalan dan terekam CCTV yang terpasang di depan sebuah warung di tepi jalan.
“Mereka ada yang berboncengan dua dan tiga. Jumlahnya lebih sedikit dari pelaku penyerangan sehari sebelumnya di angkringan tepi jalan di Purwodadri,” bebernya.
Penyerangan itu menurut Mulyono sangat meresahkan. Sebab, dua hari Dusun Krajan di Desa Purwodadi diserang oleh segerombolan pemuda. Hanya lokasinya beda.
“Harus ada respon cepat dari pihak kepolisian. Karena penyerangan yang terjadi di desa kami ini, dua kali berturut-turut. Para pelakunya harus segera terungkap dan ditangkap,” tegasnya.
Pihaknya menurut Mulyono mengambil tindakan dengan meningkatkan penjagaan oleh Linmas. Selain itu, penyerangan itu dilaporkan ke Polsek Purwodari.
“Pagi harinya di hari yang sama, saya bersama Kasatgas Linmas dan Pak Kasun datang ke Polsek Purwodadi melaporkan kejadian ini,” ucapnya. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi