GEMPOL, Radar Bromo–Sejumlah warga yang mayoritas emak-emak melurug rumah Patikah, ketua kopetasi wanita (Kopwan) Sri Lestari di Dusun/ Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Rabu malam (9/10).
Warga menuntut pengembalian uang tabungan dan arisan dari Patikah yang saat ini macet.
Kopwan itu mengelola beberapa jenis tabungan dan arisan. Di antaranya, tabungan harian dan arisan jajan.
Sejumlah warga yang dating itu berasal dari Desa Karangrejo dan Ngerong, Kecamatan Gempol.
Mereka mayoritas merupakan anggota Kopwan Sri Lestari. Ada juga masyarakat umum yang tidak tercatat sebagai anggota koperasi.
Selama ini, mereka menabung dan ikut arisan pada Patikah. Karena itu, banyak dari mereka yang datang dengan membawa dua buku. Warna biru dan kuning. Buku itu adalah buku tabungan dan buku arisan jajan.
Begitu sampai di depan rumah Patikah, warga langsung berteriak-teriak meminta Patikah keluar.
Warga juga mengacungkan dua buku di tangan, warna biru dan kuning.
Sejumlah petugas Polsek Gempol dan Koramil Gempol pun berjaga di lokasi. Mereka berupaya menenangkan warga, menghindari amuk massa dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Kami dan warga lainnya datang ke sini menuntut pengembalian uang tabungan dan arisan jajan. Sudah menabung selama dua tahun sebesar Rp 12 Juta. Tapi uang tidak cair sampai sekarang,” keluh Mujilis, ibu rumah tangga asal Dusun Ngingas, Desa Ngerong, Gempol.
Hal senada disampaikan Maunah, ibu rumah tangga lainnya yang ikut melurug rumah Patikah.
Maunah bahkan sudah mengeluarkan uang Rp 50 juta untuk tabungan dan arisan itu.
“Saya nabung lima tahun terakhir, sudah Rp 50 Juta. Tapi sampai sekarang uang belum cair,” cetusnya geram.
Kasun Karangrejo, Mokhamad Rusdiyanto mengatakan, tabungan dan arisan jajan dengan penanggung jawab Patikah itu sudah berlangsung sejak 2009.
Patikah tercatat menjadi ketua Kopwan Sri Lestari sejak 2009 sampai saat ini.
Awalnya menurut Rusdiyanto, program tabungan dan arisan itu berjalan tanpa masalah.
Baru dua tahun terakhir, mulai terendus ada yang tidak beres dengan pengelolaannya.
Patikah sendiri akhirnya keluar rumah dan menemui warga yang melurugnya di depan teras rumahnya.
Dia dikawal petugas dari Polsek Gempol dan Koramil Gempol. “Saya bertanggung jawab, siap mengembalikkan uang dengan cara dicicil,” jelas Patikah singkat, disambut riuh dan cemohan warga.
Ditanya uang diperuntukkan untuk apa saja selama ini uang tersebut, Patikah hanya memilih diam. Sambil berlalu, ia kembali duduk di ruang tamu rumahnya. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi