Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kali Wangi Berbau Kembali Dikeluhkan Warga Pandaan, Ini yang Dilakukan Dinas Lingkungan Hidup

Rizal Syatori • Rabu, 7 Agustus 2024 | 14:15 WIB
TERKADANG KERUH: Kondisi Sungai Wrati yang belakangan dikeluhkan warga.
TERKADANG KERUH: Kondisi Sungai Wrati yang belakangan dikeluhkan warga.

PANDAAN, Radar Bromo - Kondisi Kali Wangi yang membentang di Desa Kemirisewu, lagi-lagi dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, sungai ini kembali berbau. Warnanya pun berubah jadi keruh.

Keluhan itu diungkapkan warga di Dusun Tudan. Aliran Kali Wangi yang melintas di dusun tersebut, sudah belakangan berbau menyengat.

“Di tempat kami, untuk Kali Wanginya berbau dan juga keruh. Seperti ini sudah lama, terutama saat kemarau. Pas ada demo di Desa Baujeng lalu, malah air sungainya tidak bau. Setelah itu bau lagi,” cetus Mamad, 41, warga setempat.

Bau di Kali Wangi, kata Mamad, paling dirasakan warga Dusun Tudan, terutama yang rumahnya berada tidak jauh dari sungai. Mereka merasakan baunya dari dini hari, sekitar pukul 02.00 sampai dengan pagi hari.

PANTAU: Warga mengamati sungai Kali Wangi di Dusun Tudan, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan yang belakangan bikin warga tak nyaman.
PANTAU: Warga mengamati sungai Kali Wangi di Dusun Tudan, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan yang belakangan bikin warga tak nyaman.

“Kalau agak siang sampai sore, hingga malam hari baunya dari Kali Wangi agak berkurang,” tuturnya.

Hal senada juga diutarakan Midi, 38, ia menyoroti selain bau. Kali Wangi airnya juga keruh. Bahkan hitam pekat. “Saat ini beberapa hari terakhir airnya terlihat keruh. Tidak ada busa. Beberapa kali juga pernah terlihat hitam pekat,” bebernya.

Mamad, Midi dan warga lainnya di Dusun Tudan ini berharap sungai Kali Wangi melintas di dusun setempat tidak bau. Termasuk pula airnya tidak keruh maupun pekat.

Keluhan warga mendapat tanggapan dari kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony. Ia mengatakan daerah situ, menjadi titik awal di dapati pencemaran sungai Kali Wangi. Sedangkan terdampak terparah, ada di Desa Baujeng, Kecamatan Beji.

“Ini menjadi perhatian dan atensi kami di lapangan. Tentunya tidak tinggal diam begitu saja. Penanganannya dalam proses dan sedang berjalan,” ucapnya singkat.

Sementara itu, penanganan pencemaran sungai Kali Wangi kini sedang berlangsung. Setelah aksi unjuk rasa warga empat desa di Kecamatan Beji pada Kamis (1/8) pekan lalu,

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan sudah membentuk tim satgas. Kini satgas sedang proses bekerja.

“Ada tim satgas dibentuk, untuk penanganan pencemaran sungai Kali Wangi. Melibatkan sejumlah instansi terkait, seperti DLH Kabupaten Pasuruan dan Provinsi Jatim, Balai Gakkum Lingkungan Hidup, BBWS Brantas, juga beberapa OPD terkait,” jelasnya.

Untuk tim satgas, ia katakana, terbagi menjadi dua tim. Tim pertama fokus pada pengawasan. Sedangkan tim kedua program kali bersih (prokasi).

Dalam pengawasan di tim satu, uji sample air sungainya sudah dilakukan dan hasilnya masing menunggu. Sedangkan pengambilan sampel air limbah dari masing-masing IPAL perusahaan yang ada di hulu Kali Wangi berjumlah 16 perusahaan.

“Masih proses, direncanakan secepatnya. Bersurat dulu, sedang di susun. Ini penting, untuk mengetahui limbah cair dibuang ke sungai Kali Wangi melalui IPAL nya sudah sesuai baku mutu ataukah tidak,” ungkapnya.

Jika kemudian dari hasil sampel didapati tidak memenuhi baku mutu, DLH pasti bersikap. Misalnya, perusahaan yang membuang limbah dan tak sesuai baku mutu, akan disanksi sesuai regulasi dan ketentuan yang ada.

Langkah lain berupa prokasi atau program kali bersih, juga perlu dilakukan. Nantinya juga melibatkan belasan perusahaan tersebut yang dilakukan bertahap, terbagi menjadi tiga segmen.

Segmen pertama di Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, kedua dari Dusun Wangi, Desa Sumberejo sampai dengan Keceling, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan.

Kemudian ketiga dari Dusun Keceling, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan sampai dengan Dusun Tanggul, Desa Baujeng, Kecamatan Beji.

“Untuk prokasi, realisasi pelaksanaannya di pekan ini. Mulai Kamis (8/8) sampai dengan selesai, dikerjakan dari segmen pertama dulu lanjut kedua dan ketiga,” cetusnya.

Di luar itu, juga ada kegiatan normalisasi sungai Kali Wangi di empat desa di Kecamatan Beji yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan.

“Normalisasinya dilakukan dengan cara manual, tenaga manusia. Dikerjakan dari hilir kemudian ke hulu, atau dari Desa Sidowayah dulu lanjut ke Kenep, Ngembe dan Baujeng,” bebernya. (zal/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#lingkungan #pencemaran sungai #limbah pabrik #kali wangi