GEMPOL, Radar Bromo–Ajal menjemput tak bisa ditebak. Bahkan, saat bekerja sekalipun. Inilah yang dialami Moh. Damianto, 41. Pria asal Desa Sanan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, yang seharinya jadi sopir ini, ditemukan meninggal di dalam truk kontainernya.
Insiden ini terjadi Sabtu (13/7) pukul 23.00. Damianto ditemukan tidak bernyawa, dengan posisi duduk di ruangan kabin kontainer yang dikemudikannya yang saat itu berhenti di Bundaran Apollo, Dusun Sejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol.
Kapolsek Gempol Kompol Indro Susetiyo menuturkan, yang mengetahui kejadian ini pertama kalinya adalah Andi Richdoart, 51.
Saksi sekaligus pengurus transporter kendaraan yang dikemudikan korban.
Sebelumnya, di hari yang sama yakni pukul 08.30, Damianto berangkat dari depo peti kemas Perak, Surabaya menuju ke Desa Kedung Cangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.
Tujuannya untuk bongkar muat dan selesai pukul 16.00. Setelah bongkar muat selesai, sejatinya korban diminta untuk kembali ke Perak, Kota Surabaya.
Namun, sekitar pukul 21.30, saat dihubungi, Damianto tidak mengangkat teleponnya. Dan saat memeriksa GPS kendaraan, posisinya tidak bergerak.
“Sekitar pukul 22.00, saksi berangkat untuk memeriksa kendaraannya. Setibanya di TKP, tempat kontainer dikemudikan korban berhenti di tepi median Bundaran Apollo, kontainer ditemukan dan dicek. Ternyata korban sudah meninggal dunia,” bebernya.
Selanjutnya, saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gempol. Tak lama berselang, petugas dari Unit Reskrim Polsek Gempol tiba di TKP dan dilanjut mengevakuasi jasad korban lalu membawanya ke RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol.
Setelah kejadian ini, pihak keluarga korban datang ke rumah sakit. Keluarga menerima kematian korban dan menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan bermaterai.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Meninggalnya korban karena sakit, info dari keluarga korban mempunyai riwayat sakit jantung,” ungkapnya. (zal/fun)
Editor : Muhammad Fahmi