PRIGEN, Radar Bromo–Kesabaran warga Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan akhirnya habis.
Bertahun-tahun mereka menunggu perbaikan jalan. Namun tak kunjung direalisasikan pemerintah.
Puncaknya, ketika kerusakan jalan penghubung antardesa itu memakan korban. Seorang pengendara terperosok. Pemicunya lubang jalan yang mengaga cukup besar. Warga tak bisa tinggal diam.
Mereka berinisiatif menanami lubang jalan itu dengan pohon. Aksi spontan ini merupakan bentuk protes. Sebab sudah bertahun-tahun mereka mengharapkan perbaikan jalan.
”Warga sudah lama menunggu, terakhir perbaikan jalan sekitar 2008,” kata Naufal, salah seorang pemuda desa setempat.
Jalan kabupaten itu sendiri menghubungkan antara Desa Ketanireng dengan Desa Sukolilo. Bahkan, juga akses wisata menuju Pintu Langit. Selama ini, warga terpaksa melewati jalan rusak karena memang itulah akses utama mereka.
”Kalau di desa kami mungkin sekitar 3 kilometer, tetapi kalau secara keseluruhan hingga Kelurahan Ledug bisa sampai 7 kilometer. Hampir merata kerusakannya,” kata Naufal.
Kepala Dusun Sidokatut Wahidin menjelaskan, kondisi jalan itu memang sudah sekitar 16 tahun belum diperbaiki.
Pemerintah desa sebelumnya juga sudah mengusulkan perbaikan ke dinas terkait. Tetapi memang belum direalisasikan sampai saat ini.
”Karena saya sendiri masih baru, sudah saya cek, memang pernah diusulkan,” kata dia.
Terpisah, Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan di Dinas PU Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Akhmad Sidik mengaku sudah mendengar adanya protes warga terkait kerusakan jalan itu. ”Kami sudah terima laporannya dari camat,” kata dia.
Sidik menyebut pihaknya juga akan menyanggupi menuntaskan persoalan tersebut.
Masalahnya, kerusakan jalan di Kabupaten Pasuruan memang cukup banyak.
Sedangkan perbaikannya harus dilakukan secara bertahap. Sesuai dengan skala prioritas.
”Namun tetap kami tindaklanjuti masalah ini. Paling tidak, pekan depan kami laporkan ke pimpinan untuk dibahas bersama tim,” katanya. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid