PRIGEN, Radar Bromo- Sedekah bumi di Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, mengundang perhatian warga. Minggu (9/6) pagi, warga berbondong-bondong untuk mengikuti kegiatan ini.
Warga dari tiga lingkungan di Kelurahan Prigen, membawa ancam. Sebelum dikumpulkan di lapangan, ancam itu dikirap dari lingkungan masing-masing. Yakni, Lingkungan Prigen Barat, Prigen Timur, dan Ngemplak.
Kirab ancak ini menjadi tontotan warga. Tak hanya warga sekitar, banyak juga yang dari luar daerah. Seperti dari Trawas dan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kirab ancak diiringi sejumlah kesenian budaya. Ada tari-tarian, mberot atau bantengan, musik tradisional, barongsari, dan lain sebagainya.
“Sedekah bumi ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Sebagai wujud syukur masyarakat Kelurahan Prigen, sekaligus menjaga tradisi uri-uri budaya,” ujar Ketua Panitia Sedekah Bumi Prigen Nur Cholis.
Dari masing-masing lingkungan membawa antara 3-5 ancak. Semuanya dihias. Berisi hasil bumi, makanan ringan, lauk pauk, kue, dan lain-lain. Usai dikirab, dikumpulkan di lapangan Kelurahan Prigen. Ditaruh di bawah tenda.
Pj Bupati Pasuruan Andriyanto terlihat hadir dalam acara ini. Ia didampingi sejumlah pejabat eselon dua di lingkungan Pemkab Pasuruan. Saat Pj Bupati menyampaikan sambutan. Belum selesai dibacakan doa, warga mulai bergerak, berdesakan berebut isi ancak.
“Selain wujud syukur masyarakat Kelurahan Prigen, juga manjadi hiburan bagi masyarakat dan menjadi kegiatan wisata. Harus tetap dipertahankan,” ujar Plt Camat Prigen Basmi.
Selama kirab ancak berlangsung, arus lalu lintas yang dilalui kirap macet. Kendaraan dari arah Tretes, Prigen menuju Pandaan masih bisa melintas meski merambat. Sebaliknya, dari arah Pandaan ke Tretes, dialihkan lewat Ledug dan Pecalukan, Kecamatan Prigen.
“Pengalihan arus lalu lintas karena ada acara sedekah bumi ini sudah kami sosialisasikan jauh-jauh hari,” ujar Kapolsek Prigen Iptu Hartono. (zal/rud)
Editor : Ronald Fernando