Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Temukan Batu dan Struktur Batu Bata di Bulusari Gempol, Objek Cagar Budaya?

Rizal Syatori • Selasa, 28 Mei 2024 | 16:30 WIB

 

TEMUAN: Struktur batu bata dan batu yang ditemukan warga di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol.
TEMUAN: Struktur batu bata dan batu yang ditemukan warga di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol.
 

GEMPOL, Radar Bromo - Warga Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kembali menemukan obyek diduga cagar budaya.

Temuan tersebut berupa struktur batu bata dan juga batu berbentuk kotak persegi panjang.

Struktur batu bata yang merupakan temuan baru itu, memiliki panjang enam meter dan tinggi 85 centimeter.

Sedangkan untuk temuan batunya, memiliki panjang 1,25 meter dengan lebar 40 sentimeter dan tebal 15 sentimeter.

“Struktur batu batanya ditemukan lebih dulu, sekitar sepekan yang lalu. Setelah itu, kami menemukan batu kotaknya, seperti batu zaman dahulu, sekitar tiga hari lalu,” ucap Kasun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Muhammad Atim.

Penemuan batu sekaligus struktur batu-bata tersebut, diperoleh dari proses menggali.

“Untuk struktur batu-batanya, merupakan lanjutan dari temuan yang lama. Terakhir eskavasi Juni 2021 lalu. Batunya yang kami temukan ini, berada di atas struktur batu-bata temuan baru. Posisinya, terpendam tanah,” bebernya.

Lokasi temuan baru tersebut, berjarak sekitar 150 meter hingga 200 meter dengan temuan struktur batu bata yang telah lama didapati di dusun setempat.

Temuan itu, merupakan saluran air tertutup.

Saat dilakukan eskavasi pada Juni 2021 lalu, saluran air yang tertutup, berhasil di tampakkan hingga 50 meter.

Lebih tinggi dari temuan awal pada 24 Desember 2020, yang hanya empat meter.

“Dua temuan baru ini, sudah kami sampaikan ke Dispendikbud Kabupaten Pasuruan melalui Kepala Museum Cunggrang. Serta, ke koordinator juru pelihara, BPK XI Jatim wilayah Pasuruan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Museum Cunggrang, Karno menuturkan, pihaknya bersama tim dari BPK XI Jatim, sudah datang dan melakukan survei langsung ke lokasi.

“Sudah kami lihat langsung. Perlu dievaluasi lagi dan saat ini belum bisa disimpulkan. Diupayakan juga eskavasinya. Kami masih harus berkoordinasi dengah pihak-pihak terkait lebih dulu,” katanya singkat. (zal/one) 

Editor : Abdul Wahid
#batu #candi #cagar budaya #gempol #Obyek #bata