PURWODADI, Radar Bromo–Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Malang-Surabaya dusun Jurang Klampok, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Bus PO Restu bernopol N 7961 UE menabrak truk muat batu giling.
Satu tewas dan 9 orang alami luka-luka. Korban tewas diketahui bernama Eko Suyatno, asal Desa Jatigembol, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Ia merupakan sopir bus. Sementara 9 terluka adalah penumpang bus.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 04.00 pagi. Kecelakaan bermula saat bus dengan warna hijau itu melaju dari arah selatan ke utara.
Bus dengan motif gambar panda itu disopiri Eko Suyatno. Sesampainya di lokasi kejadian, di ruas jalanan menurun, bus yang melaju di lajur lambat itu mendadak hilang kendali.
Bus kemudian menabrak dari belakang dump truk didepannya yang berjalan searah. Truk bernomor polisi S 9272 UU itu disopiri Agus Wahyudi, 41, asal Desa Patok Picil, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
“Busnya dari belakang, tiba-tiba menabrak dump truk didepannya yang berjalan searah dari arah Malang ke Surabaya. Sesaat kemudian, bus dan dump truknya sama-sama berhenti di TKP,” kata Arik, 38, salah seorang warga sekitar.
Usai tabrakan, bus alami ringsek parah di depan. Sesaat setelah kejadian, para penumpang bus keluar dari kendaraan.
Sebanyak sembilan orang penumpangnya mengalami luka-luka. Pagi itu juga, langsung dievakuasi ke IGD Puskesmas Purwodadi.
Sementara sopir busnya tewas di lokasi kejadian. Sang sopir terjepit setir dan bodi bus yang ringsek diruang kemudi.
“Korbannya ada sembilan orang dari penumpang bus, satu diantaranya dirujuk ke RSUD Bangil. Rata-rata mengalami luka lecet-lecet. Selesai perawatan medis, pagi itu langsung pulang kerumahnya masing-masing untuk rawat jalan,” ujar dr. Adi, dokter di Puskesmas Purwodadi.
Sementara dump truk sendiri berhenti di bahu jalan, simpang empat exit gerbang Tol Purwodadi.
Sopir truk kemudian menyerahkan diri ke Polsek Purwodadi. Ditemui Jawa Pos Radar Bromo, sopir truk mengeluh nyeri di bagian perut.
“Dump truk ini muatan batu giling, dari Turen dan rencana mau kirim ke Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Mulai dari jembatan layang Lawang, kendaraannya melaju di lajur kiri atau lambat. Ternyata di Purwodadi ini, tahu-tahunya tertabrak bus dari belakang,” kata Agus, sang sopir truk.
Polisi pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sesaat kemudian.
“Penyebab kecelakaan ini karena kurang konsentrasi dan kurang kehati-hatian sopir busnya. Diduga ngantuk,” jelas Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Iptu Achmad Kunaefi.
Saat olah TKP, didapati ada bekas pengereman dilakukan bus PO. Restu. Namun pengeremannya hanya pendek, tidak terlalu panjang.
“Sebelum busnya menabrak dump truk, sopirnya sempat melakukan pengereman. Tapi, tidak maksimal. Dan akhirnya, terjadilah kecelakaan ini,” tandasnya. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi