Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bocah SD yang Hilang saat Bermain di Pinggiran Sungai di Prigen, Akhirnya Ditemukan Sekitar 4 Kilometer dari Titik Awal

Rizal Syatori • Senin, 25 Maret 2024 | 06:05 WIB
DIMAKAMKAN: Jasad Nur Huda, 8, sampai di rumah duka di Dusun Kandangan Krajan, Desa Bulukandang, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (24/3) siang. Jasadnya langsung dimakamkan di TPU desa setempat.
DIMAKAMKAN: Jasad Nur Huda, 8, sampai di rumah duka di Dusun Kandangan Krajan, Desa Bulukandang, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (24/3) siang. Jasadnya langsung dimakamkan di TPU desa setempat.

PANDAAN, Radar Bromo - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Nur Huda, 8, bocah SD yang hilang saat bermain di tepian sungai.

Sempat empat hari dicari, warga Kandangan Krajan, Desa Bulukandang, Prigen, Kabupaten Pasuruan, itu berhasil ditemukan.

Dia ditemukan Minggu (24/3), pukul 09.00. Namun, korban ditemukan dalam keadaan meninggal di sungai yang ada di Lingkungan Kadalpang, Kelurahan Kutorejo, Pandaan. Tubuhnya tersangkut di bebatuan besar di sungai itu.

Kapolsek Pandaan Kompol Marwan Ishery Purnomo mengatakan, jasad korban diketemukan pertama kali oleh seorang pencari rongsokan.

Saat itu, warga tersebut hendak mandi ke sungai. Tiba-tiba dia melihat jasad anak laki-laki tersangkut di bebatuan.

Warga itu pun langsung melaporkan ke warga sekitar dan diteruskan ke Polsek Pandaan.

Begitu mendapat laporan dari warga, tim SAR gabungan langsung datang ke lokasi. Kemudian mengevakuasi jasad korban.

Selama proses evakuasi, paman korban datang untuk memastikan apakah itu tubuh keponakannya atau bukan.

Atas konfirmasi dari paman korban itu, jasad tersebut dipastikan Nur Huda. Bocak kelas 1 SD yang dilaporkan hilang saat bermain di tepi sungai dekat rumahnya.

Saat ditemukan, tubuh korban mengalami sejumlah luka. Mulai di perut, kulit kepala, dahi, serta pelipis kanan. Bahkan, tubuhnya sudah mengalami pembusukan.

“Dari TKP penemuan mayat, jasad korban dibawa ke kamar mayat RS Bhayangkara di Watukosek, Gempol,” lanjutnya.

Namun, pihak keluarga menolak tubuh korban diotopsi. Keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah.

“Keluarga korban juga membuat surat pernyataan bermaterai bahwa menerima kematian korban,” tandasnya.

Siang harinya sekitar pukul 14.00, jasad korban tiba di rumah duka. Dia langsung dimakamkan di TPU Dusun Kandangan Krajan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariadi menuturkan, tubuh korban ditemukan sekitar 4 kilometer dari titik hilang.

Dia hilang di Bulukandang, Kecamatan Prigen dan ditemukan di Kutorejo, Kecamatan Pandaan.

“Bersamaan dengan ditemukannya jasad korban, maka berakhir pula pencarian korban yang melibatkan potensi Tim SAR gabungan di lapangan,” cetusnya.

Seperti diberitakan, Nur Huda tidak pulang setelah pamit bermain Kamis (21/3) siang. Seorang warga sempat melihat bocah itu bermain di pinggir sungai dusun setempat.

Malam harinya, orang tua korban pun melapor bahwa anaknya tidak pulang. Malam itu juga selepas tarawih, tim SAR gabungan langsung mencari korban dengan menyusuri sungai setempat.

Di hari keempat pencarian, yaitu Minggu (24/3), baru tubuh korban ditemukan. Dia ditemukan meninggal sekitar 4 kilometer dari lokasi dia bermain. (zal/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#bocah hilang #hilang di sungai