PRIGEN, Radar Bromo–Nur Huda, 8, seharusnya pulang ke rumah Kamis (21/3) sore itu. Namun, sampai malam, dia tak juga pulang.
Seorang warga sempat melihat bocah itu bermain di pinggir sungai di Dusun Kandangan Krajan, Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Tim SAR gabungan langsung mencari keberadaan bocah itu dengan menyusuri sungai sejak Kamis (21/3), selepas tarawih.
Pencarian dilakukan setelah orang tua korban, Salam dan Misnati, melapor bahwa anak mereka hilang.
Sekdes Bulukandang Haimin mengatakan, seorang warga sempat mengatakan melihat korban bermain dengan seorang teman sebayanya di tegalan tepi sungai, Kamis (21/3) sekitar pukul 11.00. Jaraknya sekitar 100 meter dari rumahnya.
“Infonya, korban ini bermain di tepi sungai sepulang sekolah bersama satu teman sebanyanya. Namun, sampai sore kok dak pulang. Sementara temannya sudah pulang. Akhirnya dilaporkan hilang,” katanya.
Di hari Kamis itu, menurut Haimin, hujan deras turun di Desa Bulukandang selama sekitar satu jam. Volume air sungai tempat korban terlihat bermain, mengalir deras.
Malam harinya, usai tarawih dilakukan pencarian terhadap korban oleh warga sekitar.
Pencarian juga melibatkan BPBD dan Tagana Kabupaten Pasuruan. Termasuk tim SAR gabungan, Polsek dan Koramil Prigen, serta Trantib Kecamatan Prigen.
Pencarian lantas dilanjukan Jumat (22/3). Namun, hingga berita ini ditulis, keberadaan korban belum diketemukan.
“Korban dicari ke sungai, semak-semak, dan tempat lain. Radiusnya sampai sekitar 300 meter dari tempat terakhir korban diketahui bermain,” ungkapnya.
Sementara itu, orang tua korban terlihat syok. Mereka berharap buah hatinya itu segera diketemukan.
“Paginya sempat sekolah dan pulangnya sama saya. Sampai di rumah ganti baju, lalu pamit bermain. Ternyata sampai sore tak juga pulang,” beber Misnati didampingi suaminya Salam.
Menurut Misnati, anak keduanya itu memang biasa bermain sepulang sekolah. Namun, dia selalu pulang siang atau sore.
“Ia anak pendiam, juga lucu. Kami tidak punya firasat apa-apa. Karena sudah menjadi kebiasaannya bermain, saya biasa-biasa saja. Sekarang malah hilang,” tuturnya. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi