PANDAAN, Radar Bromo-Korban kecelakaan maut bus rombongan ziarah wali limo asal Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan yang alami kecelakaan maut di Bungah, Gresik telah dimakamkan di dua tempat pemakaman umum (TPU) Pandaan.
Empat korban dimakamkan di TPU yang sama di Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan.
Empat korban yang dimakamkan di TPU yang sama itu yakni sama-sama warga Dusun Jetak, Desa Karangjati.
Dua orang merupakan adik-kakak. Yakni Noman Alif Agustya dan Utanta Ihza Mahendra yang merupakan anak Kasun Jetak.
Dua korban lain adalah anak dan ibu. Yakni Anik dan Auliyah Mahfiroh Rahmadani. Empat korban itu tercatat warga Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan.
Satu korban lain, yakni Kasmini asal Dusun Sentir, Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan. Ia dimakamkan di TPU desa setempat.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, empat korban asal Dusun Jetak, Desa Karangjati datang ke desa setempat sekitar pukul 10.00 pagi.
Isak tangis menyambut kedatangan empat jenazah. Ambulans yang membawa empat jenazah itu langsung berhenti di masjid dusun setempat.
Di masjid itu, warga menyalati empat jenazah. Setelah itu, empat jenazah dibawa ke TPU desa setempat.
Ratusan warga nampak ikut mengiringi proses pemakaman.
Rombongan Ziarah Wali Limo
Kelima korban meninggal merupakan rombongan ziarah wali limo yang digelar warga Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan.
Rombongan berangkat Sabtu pagi (27/1) dari Pandaan. Sabtu malam usai dari Sunan Bonang di Tuban, rombongan berniat pulang.
Saat perjalanan pulang itu, rombongan yang melaju dari arah Malang, alami kecelakaan maut di jalur pantura atau jalan Daendles, Desa Kemangi, Kecamatan Bungah, Gresik.
Bus mendadak oleng ke jalur berlawanan. Pada saat yang bersamaan, juga melaju truk tronton.
Tabrakan adu moncong pun terjadi. Saking kerasnya tabrakan, kondisi depan bus ringsek parah. Dua penumpang nampak terlempar keluar dari bus.
Kanit Laka Lantas Polres Gresik Iptu Tita Puspita Agustina menjelaskan, dari penyelidikan sementara, bus oleng ke kanan lalu tertabrak truk dari arah berlawanan. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi