Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cafe Oma Pring yang Ikonik di Pandaan Ludes Dilalap si Jago Merah, Kerugiannya Capai Segini

Rizal Syatori • Rabu, 18 Oktober 2023 | 06:51 WIB
RUGI MILIARAN: Personel damkar memadamkan api yang melalap bangunan Cafe Oma Pring. Inset, Bangunan Cafe Oma Pring sebelum terbakar.
RUGI MILIARAN: Personel damkar memadamkan api yang melalap bangunan Cafe Oma Pring. Inset, Bangunan Cafe Oma Pring sebelum terbakar.

 

PANDAAN, Radar Bromo – Badan Usaha Milik Desa (BUMDEs) Kujati Perdana di Desa Karangjati, Pandaan, merugi miliaran rupiah. Ini setelah bangunan Cafe Oma Pring yang berlokasi di bypass Pandaan tepatnya di Dusun Kalitengah, Selasa (17/10) pagi dilalap si jago merah. Api meludeskan bangunan ikonik tersebut hanya dalam tempo satu jam.

Api memang cepat merambat karena bangunan Cafe Oma Pring terbuat dari bambu dan beratapkan jerami. Sehingga tak cukup waktu untuk menyelamatkan barang berharga di tempat tersebut. Walau proses pemadaman sudah menurunkan empat unit damkar.

Kebakaran tersebut berlangsung sekitar pukul 12.10. “Apinya muncul dari atap jerami, sebelah pojok sisi belakang atau barat. Kemudian dengan cepat menjalar ke yang lain. Bersamaan itu, anginnya juga cukup kencang,” kata Suryadi, ketua RT 05 RW 05, Dusun Kalitengah, Desa Karangjati.

LUDES: Puing Cafe Oma Pring yang tersisa setelah si jago merah siang meludeskan bangunan yang dikelola BUMDes tersebut, Selasa (17/10). Nampak personel damkar melakukan pembasahan.
LUDES: Puing Cafe Oma Pring yang tersisa setelah si jago merah siang meludeskan bangunan yang dikelola BUMDes tersebut, Selasa (17/10). Nampak personel damkar melakukan pembasahan.

Saat kejadian, posisi kafe yang dikelola BUMDEs Kujati Perdana sejak 2018 lalu sedang buka. Namun sepi pengunjung. Hanya ada dua orang karyawan posisi standby. Masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan, keduanya warga Desa Karangjati.

Tiba-tiba api muncul dari bagian atap. Seketika itu api cepat membesar. Empat unit damkar yakni tiga unit dari Pemkab Pasuruan dan satu unit lainnya dari PT. Gudang Garam hingga satu tronton air curah, tak cukup untuk mempercepat pemadaman.

“Bangunan cafenya beserta barang-barangnya ludes terbakar. Apinya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.45, dilanjut pembasahan dengan air hingga pukul 14.00 siang,” beber Kades Karangjati Kuyatip.

Saat ditemui di lokasi, Kuyatip beserta perangkat desa setempat dan pengurus BUMDEs Kujati Perdana tampak terlihat kaget.  Dia tidak menyangka, bangunan kafe bentuknya ikonik ini ludes terbakar dalam sekejap. “Masih kaget, sama sekali tidak menyangka akan seperti ini,” tuturnya.

Kuyatip menuturkan bangunan cafe memiliki luas sekitar 225 meter persegi. Berdiri diatas lahan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 8.500 meter persegi. Sebelum dikelola BUMDEs Kujati Perdana, dulunya dibangun oleh pihak ketiga sekaligus yang membangun bangunan tersebut.

“Tidak ada korban dalam kejadian ini, kalau kerugiannya ditaksir sekitar Rp 1,6 miliar,” ungkapnya.

IKONIK: Bangunan Cafe Oma Pring sebelum terbakar.
IKONIK: Bangunan Cafe Oma Pring sebelum terbakar.

Di sisi lain, Kapolsek Pandaan Kompol Marwan Ishery Purnomo mengatakan, diduga kebakaran diduga karena faktor alam atau cuaca. “Karena cuaca sangat panas, dan ada gesekan bahan atap cafe yang terbuat dari bambu serta welit alang-alang kering dan juga ada jeraminya,” ujar kapolsek singkat.

Adapun barang–barang ikut terbakar yang sudah di inventarisir, kata kapolsek, terdiri dari kulkas freezer dua unit, rak buku, meja 20 biji dan kursi 50 biji. Lalu, ada TV dan sound system serta peralatan dapur. (zal/fun)

Editor : Ronald Fernando
#kebakaran pandaan #cafe oma pring