Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Motor Tabrak PJU di Tawangrejo Pandaan, Keponakan Tewas, Bude dan Anaknya Terluka

Rizal Syatori • Jumat, 29 September 2023 | 20:39 WIB

 

 

RINGSEK DEPAN: Kondisi Yamaha Mio Soul milik korban ringsek bagian depannya usai menabrak PJU di Desa Tawangrejo, Pandaan, (27/9). Inset korban saat dirawat.
RINGSEK DEPAN: Kondisi Yamaha Mio Soul milik korban ringsek bagian depannya usai menabrak PJU di Desa Tawangrejo, Pandaan, (27/9). Inset korban saat dirawat.

 

PANDAAN, Radar Bromo-Kecelakaan maut terjadi di jalur Surabaya-Malang depan PT Castex, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Rabu sore (27/9). Sebuah motor hilang kendali hingga menabrak tiang penerangan jalan umum (PJU). Satu tewas dan dua luka-luka imbas kecelakaan itu.

          Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 16.00. Saat itu, Rahmad Hidayat, 18, warga Sebani, Pandaan, mengendarai Yamaha Mio Soul GT N 5938 XC. Ia membonceng budenya Karimah Mansor dan Hn, 4, anak Karimah, asal Gerongan, Kraton.

          Mereka melaju dari arah utara ke selatan. “Sesampainya di lokasi kejadian, motor terjatuh ke kanan. Kemudian menabrak tiang penerangan jalan umum (PJU),” jelas Kanit Lantas Polsek Pandaan Ipda Gatot Subroto.

          Sesaat setelah kejadian, para korbannya dievakuasi ke IGD Puskesmas Pandaan untuk perawatan medis. Rahmat, sang pengendara motor alami luka robek pada paha sebelah kanan, tangan kiri patah, memar pada dada dan perut.

          Sementara penumpang motornya Karimah Mansor, alami luka memar pada kepala bagian kanan, luka pipi kanan lecet, dan dahi atas lecet. Sedangkan Hn, alami luka di pipi kanan dan siku kirinya lecet.

“Kondisi pengendara motornya kritis. Pengendaranya akhirnya meninggal dunia di puskesmas,” terang Gatot, sapaan akrab Kanit Lantas.

Gatot menuturkan, pengendara motor merupakan keponakan dari penumpang yang dibonceng. Sementara, korban balita adalah anak kandung dari korban perempuan yang dibonceng.

 “Penyebab kecelakaannya, pengendara motornya kurang hati-hati. Diduga ngantuk saat mengendarai kendaraannya,” beber Kanitlantas. (zal/mie)

         

         

Editor : Muhammad Fahmi
#kecelakaan pandaan #kecelakaan maut