Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kesaksian Korban Selamat saat Kebakaran Warung di Purwosari: Dobrak Pintu, Gagal Evakuasi Penjaga

Muhamad Busthomi • Minggu, 20 Agustus 2023 | 15:33 WIB
MENINGGAL: Tim Inafis Polres Pasuruan menutup jasad Siti Aisah, 30, penjaga warung di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, yang meninggal akibat terbakar.
MENINGGAL: Tim Inafis Polres Pasuruan menutup jasad Siti Aisah, 30, penjaga warung di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, yang meninggal akibat terbakar.

PURWOSARI, Radar Bromo - Kebakaran warung di tepi jalan raya Malang-Pasuruan di Desa Bakalan, Purwosari, Kabupaten Pasuruan menelan korban jiwa.

Sang penjaga warung tewas terbakar dalam insiden itu. Sementara sang pemilik warung berhasil menyelamatkan diri.

Korban adalah Siti Aisah, 30, warga Dusun Buntut, Desa Gajahrejo, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Setiap hari, korban tinggal di warung yang ada di sisi timur pertigaan Desa Bakalan, Purwosari, Kabupaten Pasuruan itu. Biasanya korban pulang seminggu sekali ke kampungnya.

Kapolsek Purwosari AKP Hudi Supriyanto mengatakan, kobaran api berhasil dipadamkan setengah jam usai api diketahui berkobar di Sabtu dini hari (19/8).

Warga sekitar memadamkan api dengan menyiramkan air dari sungai yang mengalir di belakang warung. ”Setelah kami cek TKP, korban sudah meninggal,” kata Hudi.

 

 

Di malam petaka itu, sebenarnya Siti tidak tidur sendirian. Pemilik warung, yaitu Sutama, 54, juga tidur di warung. Namun, Sutama sedikit beruntung. Dia berhasil menyelamatkan diri. Sehingga, hanya mengalami luka ringan saat berupaya keluar dari warung.

”Saat itu saya sudah nggak bisa melihat karena tertutup asap,” katanya.

Sutama sekuat tenaga mendobrak pintu yang kala itu dalam keadaan terkunci. Ia juga meneriaki Siti agar ikut keluar.

”Sit, ayo Sit,” Sutama menirukan ajakannya kepada Siti agar menyelamatkan diri. Sayangnya, korban terjebak dalam ruangan yang sudah diselimuti api.

Saat itu, Siti masih menjawab ajakannya. Namun, Siti bilang tidak bisa keluar. Dia terjebak di dalam warung yang terbakar.

”Wes gak isok Mak (sudah tidak bisa, Mak). Dia jawab gitu. Saya mau membantu juga sudah besar apinya,” kata Sutama menirukan jawaban Siti.

Diketahui, sebuah bangunan semipermanen di tepi Jalan Raya Malang-Pasuruan, terbakar habis Sabtu (19/8). Tak hanya melahap bangunan yang dijadikan warung. Penjaga warung meninggal terbakar dalam insiden itu. (tom/mie)

Editor : Jawanto Arifin
#tewas terbakar #kebakaran pasuruan #warung terbakar