PRIGEN, Radar Bromo - Kian menjamurnya coffee shop jadi kabar baik petani kopi. Belakangan ini, para petani kopi di Kabupaten Pasuruan semringah. Sebab, harga jual kopi kini mengalami kenaikan. Hal itu tak lepas dari tingginya permintaan pasar.
“Saat ini, kabar bahagia untuk petani kopi. Harga jualnya naik tidak terbendung,” kata Jumali, 36, petani kopi asal Dusun Gutean, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.
Kabupaten Pasuruan sendiri merupakan daerah penghasil kopi terbesar ketiga di Jatim. Di bawah Malang dan Jember. Tentu saja, kenaikan harga kopi membuat petani mereguk untung besar.
Jumali menyebut, harga jual kopi arabika per kilogramnya tahun lalu berkisar Rp 45 ribu. Nah, tahun ini menjadi Rp 70 ribu untuk grade asalan.
Sedangkan robusta, tahun lalu sekitar Rp 33 ribu per kilogramnya. Sekarang, di harga Rp 38-42 ribu per kilogramnya. “Kenaikan ini sudah berlangsung beberapa bulan terakhir tahun ini. Salah satu faktornya, karena tingginya permintaan pasar,” tuturnya.
Kawasan Prigen dan daerah lain di Kabupaten Pasuruan, saat ini mayoritas sudah melewati musim panen. Meski begitu, stok kopi yang dimiliki para petani masih banyak.
“Permintaan dan pengiriman barang untuk sekarang masih ke beberapa roastery. Di sekitaran Pasuruan, Bandung, Sidoarjo, Bojonegoro, Biak, dan lain-lain,” terang Jumali.
Kenaikan harga jual kopi saat ini, juga diungkap Abdul Karim. “Panen turun dan musimnya sudah lewat. Namun, di pasaran harga jualnya mengalami kenaikan,” terang petani kopi dari Lingkungan Jeruk, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen. (zal/mie)
Editor : Jawanto Arifin