PRIGEN, Radar Bromo–Ketegangan terjadi di simpang empat Dusun Kandangan Krajan, Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Selasa malam (1/8). Rombongan suporter sepak bola gala desa asal Dusun Jetak, Desa Karangjati, Pandaan, dihadang sejumlah warga. Bentrok sempat terjadi.
Beruntung, tak berselang lama petugas keamanan mendatangi lokasi kejadian. Aksi tawuran pun berhasil diredam. Namun, sejumlah orang alami luka-luka dalam insiden itu.
Rombongan suporter itu sendiri pulang usai nonton laga sepak bola Bulat Cup, di Desa Bulukandang, Prigen. Sore itu, tim Jetak Putra asal Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, berhasil menang adu penalti atas lawannya Star 87, asal Purwosari. Skornya, 5-3.
Nah, sepulang laga, suporter Jetak Putra yang mengendarai pikap dan sejumlah motor, dicegat sejumlah warga. “Sempat ada tawuran antara warga di desa kami dengan rombongan suporter asal Jetak yang lewat dalam perjalanan pulang. Untung, cepat dilerai oleh aparat keamanan dari Polsek dan Koramil Prigen, serta Linmas,” terang Kades Bulukandang Wahi.
Menurut Kades, kericuhan itu dipicu beredarnya isi pesan WhatsApp berisi ancaman. Pesan itu disebut-sebut dikirim oleh oknum suporter tim Jetak Putra ke salah seorang warga Bulukandang yang juga panitia turnamen sepak bola gala desa tersebut.
“WA ancaman, semacam tantangan itu, langsung direspons warga (penghadangan hingga berujung bentrok). Tapi, malam harinya langsung dimediasi dan damai. Sudah saling memaafkan. Persoalan di lapangan sudah selesai,” terang Kades.
Edo, perwakilan suporter Jetak Putra yang juga ketua Karang Taruna Jetak menjelaskan, rombongan suporter yang dihadang naik satu pikap dan beberapa motor. Suporter lainnya pulang lebih awal.
Saat dicegat warga yang jumlahnya banyak, mereka tak bisa menghindar. “Kami kalah jumlah karena diserang duluan. Akhirnya, bentrok terjadi. Kami tidak bisa menghindarinya. Beruntung keamanan cepat datang dan berhasil melerai,” tuturnya.
Menurutnya, sebelum kericuhan di jalan itu sempat terjadi ketegangan usai laga. Persisnya di parkir motor dekat lapangan turnamen Bulat Cup. Sejumlah oknum suporter asal Jetak berusaha mengejar salah seorang oknum panitia.
Sejumlah suporter itu tak terima lantaran sebelumnya ada seorang suporter naik ke tribun dan membawa bendera. Saat itu ada panitia yang disebut-sebut seperti menantang.
“Ada salah seorang oknum panitia datang. Lalu, meminta turun sekaligus tangannya tunjuk lapangan seolah-olah menantang. Selesai adu penalti, sejumlah oknum suporter dari kami berusaha datangi oknum panitia tersebut. Tapi, dilerai panitia lainnya. Sempat terjadi cekcok, serta saling dorong,” imbuhnya.
Namun, tak berlangsung lama, berhasil dilerai oleh petugas keamanan yang standby di lokasi kejadian. “Ini seharusnya tidak perlu terjadi dan kami sayangkan. Malam harinya kami datang ke Bulukandang sekitar enam orang, ikut mendampingi tokoh masyarakat. Kami bertemu panitia dan lainnya untuk mediasi sekaligus sepakat damai,” ujar Zaini, koordinator suporter Jetak Putra.
Dalam insiden itu, empat orang mengalami luka-luka. Tiga di antaranya dari Jetak, dua pria dan satu perempuan. Masing-masing Dan, 20; Tan, 17; dan Lel, 22, perempuan. Satu lainnya tidak dikenal, dari Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan.
“Untuk korban diangkut ambulans milik Pemdes Bulukandang, juga ada yang dibonceng motor. Dibawa ke IGD RS Mitra Sehat Medika, lalu pulang rawat jalan dan biaya pengobatannya dibantu dari Panitia Bulat Cup,” tuturnya. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi