Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rebutan Ancak Telan Korban Jiwa di Dayurejo Prigen, Panitia-Kades Diklarifikasi

Rizal Syatori • Selasa, 1 Agustus 2023 | 21:29 WIB
Kades Dayurejo, perangkat, dan panitia Selamatan Desa Dayurejo saat diklarifikasi di Mapolsek Prigen.
Kades Dayurejo, perangkat, dan panitia Selamatan Desa Dayurejo saat diklarifikasi di Mapolsek Prigen.

PRIGEN, Radar Bromo - Sehari setelah jatuh korban dalam acara Selamatan Desa Dayurejo, Polsek Prigen pun memeriksa saksi.

Klarifikasi juga dilakukan pada panitia, perangkat desa, dan kepala desa setempat. Hasilnya dipastikan, korban bukan meninggal karena terinjak-injak.

Klarifikasi itu dilakukan Senin (31/7). Sekitar pukul 10.00, rombongan dari Desa Dayurejo tiba di Mapolsek Prigen. Hadir juga perwakilan Koramil Prigen dan petugas Trantib Kecamatan Prigen.

“Kades Dayurejo, perangkat, dan panitia selamatan desa kami panggil ke mapolsek. Tujuannya untuk klarifikasi seputar jatuhnya korban. Termasuk persiapan pelaksanaan dan lain-lain,” terang Kapolsek Prigen AKP Sugiyanto.

Setelah klarifikasi selesai, penyidik Unit Reskrim Polsek Prigen juga memeriksa seorang saksi. Dia adalah Hasim, 58, warga Desa Dayurejo yang juga kaur kesra Desa Dayurejo.

“Pemeriksaan saksi ini memang harus dilakukan. Meskipun keluarga korban yang meninggal sudah membuat surat pernyataan tidak menuntut dan menerima kematian korban,” tuturnya.

Hasim saat ditemui di Mapolsek Prigen mengaku mengetahui persis kejadian tersebut dan posisinya berjarak sekitar 8-10 meter dari korban.

Berada di pendapa Balai Desa Dayurejo. Menurutnya, korban tidak terinjak-injak pengunjung lain.

“Korban tidak terinjak oleh orang lain, tapi berdesakan memang iya. Saat itu, korban berusaha mau mengambil isi ancak, namun tidak bisa. Lalu, pingsan dan langsung ditolong oleh seorang warga,” kata Hasim.

Namun, Hasim tidak kenal pada warga yang membopongnya. Korban lantas ditidurkan di kursi panjang.

“Setelah itu, korban diperiksa tim medis dan ternyata sudah meninggal. Jasadnya utuh, tidak ada bekas atau tanda luka-luka,” jelasnya.

Sementara Kades Dayurejo Wahono menyebutkan, kirab ancak di balai desa itu sudah dilengkapi ratusan petugas keamanan.

Terdiri atas Polsek Prigen 6 orang, Koramil Prigen 5 orang, Trantib Kecamatan Prigen 3 orang, Linmas 55 orang, Banser 14 orang. Serta, relawan 72 orang.

“Keamanan totalnya ada 155 personel, jumlah tersebut sudah banyak. Namun, antusiasme pengunjung dan warga luar biasa banyaknya. Ini di luar prediksi dan dugaan kami,” cetusnya.

Diketahui, kirab ancak dalam acara Selamatan Desa Dayurejo memakan korban. Slamet, 69, warga Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pingsan saat berebut ancak.

Dia lantas meninggal di pendapa balai desa setempat. (zal/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#desa dayurejo prigen #selamatan desa