“Lima kotak grade sudah kami gali dan kami buka. Penggalian ini berhasil menampakkan struktur batu sudut timur laut dan barat laut,” jelas Arkeolog dari BPK XI Jatim Albertus Agung Vidi Susanto.
Lelaki yang juga ketua ekskavasi ini menuturkan, tim dibantu jupel setempat menemukan sejumlah temuan berharga di Candi Kesiman. Antara lain, batu-batu berornamen flora dan geometris. Juga antefiks atau hiasan sudut.
Batu-batu berornamen flora yang ditemukan, dilengkapi sulur-sulur dan bunga. Lalu, temuan lainnya berupa ratusan batu polos.
“Saat proses penggalian kotak, kami juga menemukan fragmen kinara. Selain itu, juga menemukan fragmen relief tokoh,” terangnya, Minggu (7/5) saat ditemui di lokasi ekskavasi di Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen.
Rencananya, tim akan menggali dan membuka sembilan kotak. Dengan demikian, ada empat kotak lagi yang harus digali. Yaitu di sisi utara dan selatan.
Namun, bukan tanpa kendala. Proses ekskavasi itu juga menemukan sejumlah kesulitan. Seperti, pohon beringin yang menutupi bidang dinding utara.
Selain itu, banyak batu-batu candi menumpuk di semua kotak gali. Sehingga membutuhkan waktu untuk mengangkat dan memilah.
“Lalu proses penggalian harus dilakukan dengan hati-hati. Sebab, batu-batunya empuk dan mudah cuil,” terangnya.
Meski demikian, belum diketahui candi ini peninggalan kerajaan mana. Tim belum bisa menyimpulkan.
“Kan ekskavasinya masih berjalan. Kalau dilihat dari bentuk, motif, serta hiasan yang ditemukan, diduga candi ini dibangun pada zaman akhir Kerajaan Singasari ke Majapahit,” bebernya. (zal/hn) Editor : Jawanto Arifin