Tingkat hunian menyusut tajam. Selama bulan puasa ini warga yang menginap di hotel sepi. “Ramadan, kalau untuk okupansi kamar pasti menurun. Turunnya bisa hingga 60 persen. Karena rata-rata tamu individu yang menginap, bukan rombongan,” ujar Marketing Manager Royal Senyiur Hotel, Halim Rois.
Meski okupansi saat Ramadan turun, tamu yang bermalam tetap ada. “Seperti sekarang ini, okupansi hariannya sekitar 20-30 persen saja,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Hal senada disampaikan General Manager Inna Tretes Hotel & Resort, Yunus Hady. Okupansi hotel saat Ramadan, memang turun. Bahkan, tahun ini lebih sepi dibanding tahun kemarin. “Di tempat kami, okupansi pada Ramadan ini turun hingga 47 persen,” katanya.
Turunnya okupansi saat ramadan, kata Yunus, wajar. Kondisi ini terjadi setiap tahun. Memasuki Lebaran, okupansi akan kembali terkerek.
Agar tetap ramai, sejumlah hotel di wilayah Kecamatan Prigen, menyiasatinya dengan menjual paket buka bersama. Karena itu, setiap hari selalu ada tamu yang datang. Terutama saat weekend. Seperti Sabtu dan Minggu. (zal/rud) Editor : Jawanto Arifin