Berdasarkan informasi, jembatan di Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo itu ambrol sekitar pukul 03.00, Sabtu (8/4). Sebelum kejadian itu, kawasan Sukorejo memang diguyur hujan lebat. Bahkan juga disertai angin kencang.
”Sejak Jumat sore hujannya nggak berhenti,” kata Warno Pujiono, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sukorejo.
Jembatan yang ambrol itu merupakan jembatan antar dusun. Jembatan itu menghubungkan Dusun Betiting dengan Dusun Genitri. Sebagian besar warga memanfaatkannya untuk akses dalam beraktivitas. Termasuk akses jalan bagi anak-anak sekolah.
”Kondisinya sekarang tidak bisa dilintasi sama sekali. Apalagi untuk kendaraan mobil dan motor,” kata Warno.
Meski begitu, jembatan tersebut bukan satu-satunya akses jalan yang menghubungkan dua dusun. Masih ada alternatif jalan lain. Hanya saja jaraknya lebih jauh. Warga harus memutar jika hendak melewati alternatif jalan lain. Baik dari arah Genitri maupun Betiting.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengaku, sudah mengerahkan timnya untuk mengecek lokasi.
Memang tidak ada korban dalam insiden tersebut. Sebab jembatan ambrol terjadi saat pagi hari. Tak ada warga yang sedang melintas. ”Untuk sementara waktu memang harus melintasi jalan memutar. Tetapi kami upayakan untuk segera membuat jembatan sementara,” kata Harris. (tom/mie) Editor : Ronald Fernando