Kendaraan dari arah Surabaya tak bisa langsung belok ke arah barat atau arah Mojokerto. Harus memutar dulu ke arah bundaran Gempol.
Hal yang sama juga berlaku untuk kendaraan dari arah Mojokerto ke arah Malang. Dari barat, tak bisa langsung belok ke selatan di pertigaan Kejapanan. Tapi, harus memutar dulu di jalur arteri.
Nah, kini beredar kabar bahwa rekayasa lalu lintas bakal kembali dilakukan di simpang tiga Kejapanan. Pembatas yang dipasang di penggal jalan, bakal dibuka. Dengan begitu kendaraan tak perlu memutar lagi.
“Kami dapat kabar, pembatas yang ada di simpang Kejapanan rencana akan dibuka,” kata Kades Kejapanan Rendi Saputra. Namun, pihaknya belum bisa memastikan kapan pembatas jalan itu bakal mulai dibuka. Keputusan itu juga belum final.
“Ini masih dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD), terkait evaluasi kinerja lalu lintas simpang Kejapanan. Nanti akan melibatkan banyak pihak dan instansi. Kami di pemdes juga diundang,” imbuhnya.
Pihak desa sendiri, disebutkan Rendi, sangat mendukung rencana pencabutan pembatas jalan itu. “Kasihan warga dan pengguna jalan. Kalau dicabut, mereka bisa langsung menyeberang tanpa harus memutar lebih dulu,” ungkapnya.
Sejumlah warga pun mendukung rencana itu. “Sekarang kan sudah ada ruas jalan tol, arus lalin relatif lancar. Saatnya dibuka lagi (pembatas jalannya),” imbuh Usman, warga setempat. (zal/mie) Editor : Jawanto Arifin