Bus itu ditumpangi rombongan TK Al Hidayah dan KB An Nasir. Dua dari tiga bus dari rombongan ini, mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang menuju Desa Jatitengah, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.
Informasinya, rombongan ini baru saja berwisata di Taman Safari Indonesia (TSI) II di Prigen. Setelah puas, mereka pulang menjelang maghrib. Saat itu tiga bus bergantian. Bus paling depan bernopol DK 7185 GC dikemudikan Purnomo, asal Telogo, Kabupaten Blitar. Sedangkan bus di tengah atau kedua yang bernopol B 7516 IG, dikemudikan Hamam, 57, warga Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Dan paling belakang adalah bus bernopol AG 7280 K.
Saat perjalanan, cuaca sedang gerimis. Hingga perjalanan rombongan ini mengalami petaka saat melintas jalan turunan di Watuagung. Mendadak bus B 7516 IG yang dikemudikan Hamam, mengalami rem blong. Bus tersebut menabrak bus yang ada di depannya.
Usai ditabrak, bus paling depan melaju kencang dan menghantam musala, dua rumah dan empat unit motor yang sedang parkir. Untungnya semua penumpang selamat.
Tabrakan itu tentu saja membuat warga sekitar kaget. Secepatnya mereka keluar rumah, seraya menolong para penumpang. "Suaranya keras sekali," terang Herman, 45, warga setempat.
Tanpa dikomando, Herman dan warga lainnya langsung menuju bus pertama yang terguling. "Penumpang yang luka-luka dan langsung mengevakuasi bus yang terguling," imbuhnya. Seketika itu juga, penumpang bus yang luka-luka dibawa ke rumah sakit. Korban yang selamat, dibawa ke rumah warga sekitar TKP.
Salma, 25, salah satu penumpang bus yang berada di depan mengatakan, dia merasakan bus mengalami rem blong saat melaju di turunan tajam. Saat itu Salma yang duduk di bangku tengah bersama anaknya mengaku, bus sejatinya jalan pelan.
Tidak ada firasat yang dirasakan Salma sebelumnya. Bahkan tidak ada kendala pada bus. Justru, kata Salma, saat berangkat ke TSI II Prigen dari Blitar pukul 06.00 pagi, bus paling belakang dan tidak terlibat kecelakaan, yang sempat sempat mogok. "Bus di tengah dan depan yang kecelakaan, saat berangkat malah tidak trobel," bebernya.
Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Yudhi Anugrah Putra ditemui mengatakan, total penumpang ada sekitar 118 orang. "Posisi jalan turunan, pengakuan sopir bus yang ditengah. Rem tidak berfungsi," jelas kasatlantas.
Sampai Selasa malam, kepolisian mendata ada 15 korban luka-luka yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak, Semua korban luka-luka, dibawa ke RS Prima Husada dan RS Sahabat di Kecamatan Sukorejo.
Kasatlantas mengapresiasi warga sekitar, karena sesaat setelah kejadian. Langsung bahu membahu menolong para korban laka lantas ini. (zal/fun)