”Ini mantap. Belum pernah saya dapat pengalaman begini. Polisinya baik sekali,” ujar Suparno, pengendara motor yang terjaring razia Operasi Keselamatan Semeru 2023 di Bundaran Gempol Jumat (10/2).
Lelaki 64 tahun asal Kecamatan Krembung, Sidoarjo, itu hendak mengirim barang ke Randupitu di Gempol. Sampai di bundaran Desa Legok, dia dicegat dua polisi lalu lintas. Suparno pun berhenti.
Ketika diminta menunjukkan STNK dan SIM, dia pun menyerahkannya. Lansia itu juga mengenakan jaket, sepatu, dan helm standar untuk keselamatan dirinya. Perlengkapan kendarannya pun komplet. Juga menyalakan lampu.
”Lengkap,” kata anggota Unit Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli) Satlantas Polres Pasuruan yang memeriksa.
Suparno pun dipuji karena berkendara dengan tertib dan mengutamakan safety riding. Anggota Satlantas kemudian memberinya gula pasir dalam kemasan. Suparno tertawa. Wajahnya pun semringah karena dapat rezeki tak terduga.
”Terima kasih, Pak. Terima kasih,” ucapnya sebelum melanjutkan perjalanan.
Operasi Keselamatan Semeru 2023 berlangsung 7 hingga 20 Februari. Kanit Turjawali Satlantas Polres Pasuruan Ipda Hendik Arianto menjelaskan, operasi itu menyasar pengendara yang tidak mengenakan helm standar dan pengemudi mobil yang tidak menggunakan safety belt. Termasuk, pemotor yang berboncengan lebih dari satu, tidak menyalakan lampu, pengendara di bawah umur, dan lain-lain.
Pengendara yang tidak tertib dapat teguran. Sebagian juga ditilang karena melakukan pelanggaran. Sanksi dijatuhkan sesuai dengan tingkat pelanggaran. Sebaliknya, pengendara yang tertib mendapatkan hadiah. Ada gula, ada minyak goreng. Mereka pun gembira menerimanya.
”Ini merupakan salah satu reward saja,” terang Hendik Arianto. (zal/far) Editor : Ronald Fernando