”Bus AKDP datang molor hingga dua jam. Terpantau dari pagi hingga sore,” kata Kepala Terminal Pandaan Kriswantoro.
Keterlambatan tersebut, jelas dia, terjadi karena jalan tol wilayah Sidoarjo mengalami kemacetan panjang. Bahkan, ekor kemacetan sampai di Waru. Otomatis jumlah bus yang beroperasi berkurang. Biasanya sehari bisa 90 sampai 95 bus. Akhirnya turun sekitar 40 sampai 50-an atau separo. Bahkan, pagi hingga siang, tercatat hanya 8 bus. Padahal, biasanya 18 sampai 20 bus.
”Kalau dari Malang ke Surabaya cukup lancar. Kondisinya berbeda jauh dengan yang dari Surabaya ke Malang,” tuturnya.
Penumpang juga berkurang. Baik dari Surabaya ke Malang maupun sebaliknya. Biasanya sehari penumpang bus AKDP mencapai 250 orang. Kemarin dari pagi hingga jelang sore tidak sampai 150 penumpang. Sehingga, penumpang yang menunggu di ruang tunggu Terminal Pandaan tampak banyak. Begitu datang, bus langsung diserbu.
Sementara itu, Satlantas Polres Pasuruan melakukan rekayasa arus lalin di ruas jalan tol Kejapanan–Gempol dan Gempol–Pandaan. Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Yudhi Anugrah Putra mengatakan, kemarin, Sidoarjo macet, termasuk di dalam jalan tol.
”Arah Surabaya ke Malang, ekor kendaraannya sampai ke Waru,” ucapnya.
Untuk mengurangi kemacetan, satlantas menutup arus dari Malang ke Surabaya. Di gate tol exit Kejapanan dan entrance Gempol. Sehingga, arus dari Malang atau Pasuruan ke Sidoarjo dan Surabaya dialihkan keluar atau diarahkan turun via exit Gempol. Begitu pula pintu tol di bundaran Gempol menuju Kejapanan ditutup sementara.
”Contra flow dilakukan di dalam tol wilayah Sidoarjo. Dari Sidoarjo hingga Kejapanan. Berlangsung dua jam saja, pukul 12.30–14.30,” tuturnya.
Rekaya lalin dilakukan Satlantas Polres Pasuruan untuk mendukung kebijakan Ditlantas Polda Jatim demi mengurai kemacetan di Sidoarjo. (zal/far) Editor : Ronald Fernando