Di lokasi, warga menambal lebih dulu jalan yang rusak dengan memasang paving. Setelah itu, mengecor bagian atasnya dengan semen biar lebih kuat. Mereka memilih bergotong royong memperbaiki jalan tersebut sejak Sabtu. Sebab, warga menunggu-nunggu, tapi jalan itu tidak juga diperbaiki oleh pemerintah.
”Akhirnya, warga spontan berinisiatif melakukan perbaikan swadaya,” kata Munir, warga Dusun Ledok, Desa Kemirisewu.
Lelaki 48 tahun itu menyebutkan, kerusakan aspal jalan kabupaten ini terlihat di puluhan titik. Tepatnya, ruas jalan mulai Dusun Begagah, Kemirisewu, hingga Ledok. Lubang berukuran kecil hingga besar. Kerusakan terjadi sejak sekitar 2 tahun lalu.
”Selama itu belum pernah ditambal,” tambahnya.
Mengapa warga memilih swadaya saja? Mereka khawatir kerusakan bertambah parah. Sebab, sudah banyak pengendara sepeda motor yang jatuh. Mereka terperosok lubang.
”Pernah ada korban jiwa juga. Harapan kami dan warga lain, segera diperbaiki oleh instansi terkait,” bebernya.
Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Fajar Cahyo Rahmanto berkomentar singkat, Senin (30/1). ”Tahun ini ruas jalan kabupaten Randupitu–Baujeng, termasuk Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, kami perbaiki. Pemeliharaan berkala dari APBD. Nilainya Rp 200 juta,” katanya. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin