Anisa mengalami kecelakaan tunggal sekitar pukul 05.30. Dia lengah. Kurang konsentrasi. Saat melewati jalan tembus antara Desa Kebonwaris dan Kutorejo, dia tidak melihat ada gorong-gorong. Persisnya, bawah jembatan tol di Kebonwaris.
Di atas gorong-gorong terdapat gundukan. Anisa melewatinya dengan motor Honda Beat bernopol N 3912 TDC. Belum jelas, apakah motor melaju terlalu kencang. Atau, gundukan gorong-gorong itu yang tidak aman. Yang pasti, sepeda motor Anisa terpelanting. Dia terpental.
”Sepeda motor terjatuh ke kanan, korbannya ke kiri,” terang Kanit Lantas Polsek Pandaan Iptu Gatot Subroto.
Pertolongan datang. Namun, saat dievakuasi dari lokasi jatuhnya, Anisa diketahui sudah meninggal. Cedera di kepalanya berat. Bagian kiri kepalanya robek. Tangan kanan dan kiri juga lecer serta memar. Yang paling parah, darah segar keluar dari hidung, mulut, dan telinga korban.
”Jasad korban kemudian dievakuasi ke kamar mayat RSUD Bangil untuk divisum,” kata Gatot.
Pagi itu juga, tim dari Satlantas Polres Pasuruan dan Unit Lantas Polsek Pandaan datang ke lokasi. Mereka memeriksa tempat kejadian perkara. ”Faktor yang memengaruhi laka ini, korban diduga kurang konsentrasi dan kurang hati-hati,” ujarnya singkat. (zal/far) Editor : Muhammad Fahmi