CFD perdana pascapandemi, benar-benar mengundang perhatian warga. Pengunjung membeludak. Termasuk para pedagang kaki lima atau usaha kecil menengah (UKM).
“Ada sekitar 550 UKM atau pedagang yang berjualan di sepanjang jalur CFD. Juga ada senam bersama dan hiburan,” ujar Ketua Pelaksana CFD Pandaan Mas Fadh.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi terlihat hadir. Ia mengatakan, sudah saatnya CFD Pandaan kembali digelar.
“Kegiatan ini bisa dinikmati banyak orang untuk berolahraga dan jalan-jalan. Ada geliat ekonomi di dalamnya. Sekaligus tombo kangen pascavakum selama pandemi,” bebernya.
Terpisah, Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasangka menegaskan, CFD Pandaan didukung sepenuhnya Pemkab Pasuruan. Karena tidak dianggarkan dalam APBD, pelaksanaannya di-handle gabungan karang taruna.
“Pascakegiatan perdana ini, akan dilakukan evaluasi. Untuk perbaikan dan penataan ke depan lebih baik lagi,” ungkapnya.
Meski tidak ada anggaran dari APBD, pelaksanaan CFD Pandaan, kata Yudha, tetap mendapatkan dukungan dari instansi terkait.
Namun, gelaran CFD perdana pascapandemi ini disayangkan Kepala Terminal Tipe A Pandaan Kriswantoro. Ia mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan. “Seharusnya kami diinfokan. Minimal diberitahu. Alhasil, banyak bus yang kecele. Utamanya dari arah Surabaya ke Malang, sempat putar balik di perempatan atau P21 Pandaan,” ujarnya. (zal/rud) Editor : Jawanto Arifin