Ini terpantau saat Jawa Pos Radar Bromo melintas di ruas bypass, Minggu (4/12). Tak ada lagi besi yang terbentang. Di lokasi hanya terlihat pekerjaan finishing. Sejumlah pekerja juga hanya membongkar konstruksi tangga, di sisi sebelah utara yang tinggal menyisakan sedikit.
“Secara global, pembongkaran JPO-nya sudah rampung. Dalam Minggu (4/12) ini tuntas 100 persen,” terang Kanit Lantas Polsek Gempol Iptu M. Yusuf.
Selama proses pembongkaran ditempuh, ia menuturkan, waktu efektifnya dikebut selama tiga hari dari pagi hingga sore hari. Bahkan, untuk pembongkaran bentangan tengahnya, mendatangkan crane ke lokasi.
“Penyelesaian pembongkaran JPO jauh lebih cepat. Karena izinnya maksimal dua pekan. Ternyata belum sampai dua pekan, sudah selesai,” ujarnya.
Rampungnya pembongkaran JPO bypass disambut gembira Pemdes Kejapanan dan warga sekitar. “Sangat bersyukur, akhirnya JPO dibongkar dan sudah rampung. Karena itu yang diharapkan selama ini,” beber Kades Kejapanan Rendi Saputra dihubungi Jawa Pos Radar Bromo kemarin (4/12).
Sebelum JPO dibongkar, Rendi mengatakan, warga sekitar risau. Sebab, umur jembatan dan kondisinya yang sudah karatan. Jembatan yang tidak termanfaatkan ini dikhawatirkan berbahaya jika tidak dibongkar.
“Kami sebagai pemdes dan warga berterimah kasih ke pihak terkait, telah merealisasikan permintaan warga untuk membongkar JPO tersebut,” katanya. (zal/fun) Editor : Muhammad Fahmi