Lokasi Ruko Gempol 9 bisa dikatakan sangat strategis. Berada tepat di sebelah barat ruas jalan nasional jurusan Malang–Surabaya. Masuk Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Meski demikian, bangunan di dalamnya malah banyak yang mangkrak. Sebagian besar kosong. Total ada 106 unit ruko di sana. Namun, tak sampai separo yang terisi. Malah lebih dari separo yang kosong.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/21/11/2022/diiming-imingi-gaji-rp-25-juta-jadi-purel-warkop-dijual-jadi-psk-di-tretes/
Ruko ini dibangun oleh seorang pengusaha asal Surabaya pada 2013 hingga 2016. Lalu tahun 2017, ruko ini mulai beroperasi atau dibuka. Masing-masing bangunan ruko memiliki panjang 15 meter dan lebar 4,5 meter.
Pengelola Ruko Gempol 9 Moch. Ashori menjelaskan, awalnya sebenarnya ruko ini diperuntukkan kantor, toko, dan waralaba. Lalu sejak empat tahun terakhir, belasan ruko di sini disewa sebagai usaha warung kopi (warkop) hingga sekarang.
Warkop-warkop itu menempati ruko yang belum jadi dan setengah jadi. Lokasinya di belakang. Tepatnya di sisi sebelah barat, timur, dan selatan.
Belum jadi maksudnya, belum dicat dan belum dipasang jendela atau pintu. Sementara setengah jadi yaitu, sudah dipasang jendela dan pintu. Namun, belum dicat.
“Ini (menyewakan untuk warkop) memang inisiatif kami dari pengelola. Tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional. Juga biar tidak mangkrak,” tuturnya.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pandaan/21/11/2022/warkop-di-gempol-yang-jadi-praktik-perdagangan-manusia-hanya-buka-malam/
Karena keberadaan warkop itu, ruko yang sebelumnya sepi dan mangkrak kini menjadi ramai. Terutama pada malam hari saat belasan warkop itu mulai buka.
Sebelum disewakan untuk warkop, juga banyak ilalang dan rumput liar tumbuh. Terutama di bagian belakang yang saat ini disewakan untuk warkop.
“Sekarang jadi lebih bersih dan terawat. Juga menghindari kerawanan. Karena seringkali dijadikan basecamp remaja punk,” katanya.
Ruko sendiri disewakan Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta per bulan untuk warkop. Sementara listriknya, masing-masing ruko menggunakan token. Lalu untuk kebutuhan air bersih, warkop membeli air curah.
Nilai sewa itu terbilang murah. Sebab, memang yang disewakan yang belum jadi dan setengah jadi. Sementara ruko yang sudah jadi, tidak ada satu pun yang disewakan untuk warkop.
“Besarnya sewa tidak sama per bulan. Tergantung kondisi rukonya. Kalau belum jadi lebih murah. Sedangkan yang setengah jadi di atas satu juta,” bebernya.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pasuruan/20/11/2022/dugaan-sindikat-perdagangan-manusia-di-gempol-digerebek-sebulan-beroperasi/
Handoko, kepala sekuriti Ruko Gempol 9 mengatakan, ruko mulai disewa jadi warkop sejak 2018. Kala itu, jumlah warkop sampai tembus 22. “Saat ini warkop yang sewa tinggal 19 saja,” katanya.
Selama menyewa ruko menjadi warkop, ada perjanjian antara pengelola ruko dengan penyewa atau pemilik warkop. Di antaranya, tidak boleh jualan minuman keras (miras), narkoba, dan hal terlarang lain. Termasuk menjaga kebersihan masing-masing tempat usaha.
“Kami juga melarang ada room atau ruangan khusus untuk karaoke. Termasuk pula dilarang ada room untuk hubungan khusus,” bebernya.
Setiap pelanggaran yang dilakukan akan menjadi tanggung jawab dari pemilik warkop sendiri. Artinya, pemilik warkop bersedia menerima sanksi sesuai dengan yang tertulis di tata tertib.
“Dulu, saat awal-awal memang ada warkop sembunyi-sembunyi menyediakan room khusus. Ketahuan, langsung kami keluarkan. Tidak boleh berjualan di sini lagi,” ucapnya.
Kesepakatan lain, semua warkop jam bukanya sama. Yakni, malam selesai Isya dan tutup pukul 24.00. (rizal syatori/hn)
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/22/11/2022/korban-penyekapan-dijadikan-psk-di-tretes-dianiaya-saat-mau-kabur/ Editor : Jawanto Arifin