Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warkop di Gempol yang Jadi Praktik Perdagangan Manusia Hanya Buka Malam

Ronald Fernando • Senin, 21 November 2022 | 19:27 WIB
DI-POLICE LINE: Ruko yang dijadikan warkop untuk menutupi kedok perdagangan manusia di Gempol, kini di-police line. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)
DI-POLICE LINE: Ruko yang dijadikan warkop untuk menutupi kedok perdagangan manusia di Gempol, kini di-police line. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)
GEMPOL, Radar Bromo – Warung Kopi (Warkop) WP GON yang diduga jadi tempat praktik perdagangan orang, baru sebulan beroperasi. Ruko Gempol 9 yang dijadikan warkop itu disewakan Rp 1,5 juta sebulan.

Di ruko itu, Warkop WP GON menempati salah satu bangunan yang belum jadi. Tepatnya di belakang atau sisi sebelah barat, menghadap ke timur. Lokasinya di Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan

Moch. Anshori, pengelola Ruko Gempol 9 menuturkan, penyewa atau pemilik warkop adalah DG. Padanya, DG mengaku ruko itu akan dijadikan warung kopi. Dia juga mengaku berasal dari Porong, Kabupaten Sidoarjo. Namun, kini tinggal di Tretes, Kecamatan Prigen.

Karena itulah, Aan –panggilannya- memperbolehkan ruko itu disewa DG. Dirinya tidak menyangka sama sekali akhirnya ruko itu dijadikan tempat praktik perdagangan manusia.

Bahkan, menurut warga asal Malang yang tinggal di Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan itu, selama ini tidak ada aktivitas mencurigakan di sana.

 

https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pasuruan/20/11/2022/dugaan-sindikat-perdagangan-manusia-di-gempol-digerebek-sebulan-beroperasi/



“Selama buka warkop, biasa saja itu aktivitasnya. Sama sekali tidak ada hal yang mencurigakan. Cuma pelayan atau pramusajinya gonta-ganti. Sempat kami tanya kenapa kok gonta-gantinya, katanya mereka itu freelance,” bebernya.

Aan akhirnya kaget, karena ruko itu digerebek petugas Polda Jatim. Padahal, baru sebulan buka atau beroperasi. Dia pun baru tahu bahwa ruko itu dijadiakn praktik perdagangan manusia.

Selama sebulan beroperasi, menurut Aan, warkop WP GON buka malam setelah isya sampai tengah malam atau pukul 24.00. Pagi hingga sore, warkop itu tutup.

“Selain DG, sering kami lihat di warkop WP GON juga ada satu orang laki-laki lainnya. Namanya An. An ini katanya penjaga di warkop itu. DG dan An ini juga diamankan petugas saat penggerebekan,” katanya. (zal/hn) Editor : Ronald Fernando
#perdagangan manusia #polda jatim #human trafficking #polres pasuruan