Senin (5/9), para pedagang nekat jualan lagi. Jawa Pos Radar Bromo menyaksikan para belantik kambing itu berkumpul. Ada embek gibas maupun kacangan. Penjual dan pembeli bertemu di pasar. Mengobrol karena lama tidak berdagang bareng. Kangen-kangenan.
Kedatangan para belantik hewan itu tentu menarik perhatian petugas. Sebab, pengumuman penutupan pasar belum dicabut. Malah, gedek pembatas juga masih terpasang. Petugas Trantib Kecamatan Pandaan, pengelola pasar, petugas Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, sampai dokter hewan datang.
Namun, mereka hanya berdiri di sekitarnya. Melihat dari dekat aktivitas pedagang yang berkerumun bersama embek-embek dagangan. Tidak ada tindakan apa-apa. Semua petugas stand by saja. Para belantik juga acuh tak acuh. Tetap bertransaksi.
”Ini kami lakukan terpaksa. Hanya jualan kambing. Bukan sapi. Toh tidak setiap hari, tapi pas pasaran saja,” ucap salah seorang belantik kambing.
Dia yakin semua kambing yang dijual di pasar hewan ini sehat. Tidak ada yang terkena PMK. Dagangan itu harus dijual agar belantik dapat pemasukan. ”Bisa dilihat satu per satu kambingnya. Semua sehat,” tambah pedagang.
Kepala Pasar Pandaan Sugiman Budi Santoso mengaku sudah melakukan antisipasi. Imbauan sudah dijelaskan. Petugas pasar juga datang bersama trantib, dokter hewan, serta petugas Dinas Peternakan.
Ditanya soal ternak, drh Agra, salah seorang dokter dari Dinas Peternakan mengatakan, kambing-kambing pedagang sudah dipantau. Kondisinya sehat. Menurut dia, kasus PMK di Kabupaten Pasuruan terus turun. Tapi, memang masih ada yang terserang.
”Yang paling rawan terserang PMK adalah sapi. Kambing ada, tapi jarang,” tuturnya. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin