Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Fauzi mengatakan, masih banyak potensi yang bisa digali untuk meningkatkan pendapatan daerah dari retribusi pasar. Pemkab Pasuruan perlu memaksimalkannya. Agar pendapatan daerah bisa dinaikkan.
“Kami minta ada optimalisasi dalam pelayanan sewa kios, ruko, ataupun bedak pasar daerah. Supaya pendapatan daerah dari retribusi pasar daerah bisa naik,” ujarnya.
Menurutnya, banyak aset pasar ataupun aset Disperindag yang tak tertagih. Belum lagi lapak-lapak yang tak difungsikan. Hal ini bisa memengaruhi upaya mengejar pendapatan.
Karena itu, ia berharap sewa aset yang dimiliki dimaksimalkan. Dengan harapan, mampu mendorong naiknya pendapatan daerah. “Apalagi pasar hewan sudah mulai buka. Jadi, itu juga bisa dimaksimalkan,” jelasnya.
Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano VF Santoso mengatakan, target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar akan dinaikkan. Semula, targetnya dalam APBD 2022 mencapai Rp 5,7 miliar.
Dalam Perubahan APBD 2022, Disperindag menarget bisa mencapai Rp 6 miliar. Atau, naik sekitar Rp 300 juta.
Pendapatan itu diproyeksikan bisa diperoleh dari berbagai sektor. Seperti retribusi pelataran pelayanan pasar daerah, kios pasar, dan uji tera. “Kami akan lebih memaksimalkan potensi yang ada, sehingga tambahan target pendapatan bisa dikejar,” ujarnya. (one/rud) Editor : Jawanto Arifin