Didampingi warga, polisi memeriksa kotak amal yang terbuat dari besi. Juga mengecek lokasi pekarangan di timur musala. Di sanalah, kotak amal ditemukan dalam keadaan kosong. Uangnya amblas. Di TKP, juga ditemukan dan diamankan gembok kotak amal yang sudah rusak di Dusun Wetan Embong, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo.
”Kasus ini menjadi atensi kami, sedang dalam proses lidik. Kami mendorong pengurus takmir untuk laporan resmi. Alhamdulillah mau,” kata AKP Safiudin.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/28/07/2022/kotak-amal-musala-nur-hidayah-di-sukorejo-kebobolan-kali-kelima/
Polisi juga membawa rekaman kamera CCTV dari salah satu rumah warga di dekat TKP. Saat datang, pelaku langsung masuk ke musala. Namun, saat keluar, dia tertangkap kamera CCTV.
”Pelaku satu orang dan belum terungkap siapa sekaligus asalnya,” ujarnya.
Siang harinya, perwakilan pengurus atau takmir Musala Nur Hidayah tiba di mapolsek untuk melapor secara resmi. Mereka dimintai keterangan sebagai saksi pelapor. AKP Safiudin juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan diterima perwakilan pengurus musala tersebut.
Uang tersebut merupakan bantuan dari Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama untuk diberikan kepada pengurus musala. Sebagai pengganti uang kotak amal yang dicuri. ”Tapi, tentu saja, proses lidik jalan terus sampai pelakunya tertangkap,” tegasnya.
Pencurian uang infak di kotak amal itu terjadi pada Selasa malam (26/7) dan diketahui pada Rabu Subuh (27/7). Menurut warga, kotak amal dari besi itu biasanya disimpan di dalam musala. Gerbang luar musala diselot besi. Begitu pula gerbang selatan yang berbatasan dengan pekarangan. Cuma diselot. Pintu musala tidak ada yang dirusak. Rabu Subuh itu, pintu pagar selatan sudah terbuka. Diperkirakan, pelaku lewat jalan tersebut.
”Ini sudah lima kali kotak amal musala dicuri. Sebulan lalu juga pernah,” ungkap Munif, salah seorang warga. Namun, dia mengaku tidak ingat benar kapan saja pencurian kotak amal itu terjadi. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin